
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Makassar — Suasana hangat menyelimuti Lobby Utama Mapolda Sulawesi Selatan ketika sekitar 50 jurnalis dari berbagai media berkumpul dalam pertemuan bersama Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro pada Rabu (19/11/2025). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan sekaligus membuka ruang dialog antara kepolisian dan insan pers.
Sejak awal acara, Irjen Djuhandhani menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran para pewarta. Ia menegaskan bahwa media memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi akurat sekaligus jembatan antara institusi kepolisian dan masyarakat.
“Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi bagian dari membangun kebersamaan. Media adalah penghubung utama kami dalam menyampaikan apa yang terjadi di lapangan,” ujarnya.
Kapolda juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya, mengingat agenda padat sejak awal masa jabatannya. Ia mengakui dinamika tugas lapangan sering kali membuat mobilitas menjadi tidak terduga.
“Tiga minggu terakhir ritme kegiatan sangat padat. Kami berusaha hadir tepat waktu, tetapi kondisi lapangan kadang tidak bisa diprediksi,” katanya.
Dalam dialog bersama jurnalis, Irjen Djuhandhani menegaskan komitmennya untuk membuka ruang kritik dan saran. Ia menilai masukan dari media sangat penting dalam mendorong profesionalisme aparat di lapangan.
“Kami membuka ruang selebar-lebarnya untuk kritik dan saran. Itu bagian dari upaya meningkatkan kualitas kinerja kami,” ucapnya.
Ia menambahkan, harmonisasi hubungan kepolisian dan media akan memperkuat transparansi serta meningkatkan kepercayaan publik. Sinergi ini, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Menyoal situasi keamanan Sulawesi Selatan, Irjen Djuhandhani memastikan bahwa isu tawuran yang kerap menyita perhatian publik menjadi salah satu fokus utama pihaknya. Ia menargetkan terciptanya kondisi wilayah yang aman dan produktif bagi seluruh masyarakat.
“Kami mencanangkan Sulawesi Selatan sebagai tempat yang aman dan produktif. Pencegahan aksi tawuran dan kejahatan lainnya terus menjadi prioritas kami,” tegasnya.
Kapolda juga menyinggung sejumlah pengungkapan kasus di awal masa jabatannya, yang ia sebut sebagai bukti nyata komitmen Polda Sulsel dalam memberikan pelayanan terbaik. Ia turut membagikan pengalamannya saat bertugas di Jakarta, di mana interaksi intens dengan media hampir menjadi rutinitas.
“Saya pernah merasakan bagaimana dikejar-kejar media. Namun hubungan itu tetap profesional. Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa kami ungkap karena menyangkut proses hukum,” jelasnya.
Pengalaman tersebut, lanjutnya, menjadi modal dalam memperkuat hubungan profesional dan saling menghormati antara Polda Sulsel dan pers di daerah.
Irjen Djuhandhani menegaskan, seluruh langkah penegakan hukum di wilayah Sulsel akan dilakukan secara profesional dan proporsional, dengan tetap menempatkan pencegahan sebagai prioritas utama demi melindungi hak masyarakat.
Kasus-kasus yang tengah menjadi perhatian publik, kata dia, sedang ditangani dengan kehati-hatian penuh untuk menghindari fitnah maupun spekulasi yang dapat merugikan banyak pihak.
Menutup pertemuan, Ia mengajak seluruh media dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas di Sulawesi Selatan.
“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan. Saya mohon dukungan rekan media dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan dan stabilitas daerah,” ujarnya.
Tak lupa, Kapolda berharap kehadirannya bersama keluarga dapat diterima sebagai bagian dari masyarakat Sulsel.
“Mohon kami diterima sebagai warga Sulawesi Selatan. Kritik itu penting, dan insya Allah akan kami perbaiki,” tutup Irjen Djuhandhani.






