
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
PANGKEP – Di tengah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) tahun 2026, Bupati Muhammad Yusran Lalogau mengungkapkan arah kebijakan pembangunan daerah yang akan dijalankan ke depan.
Menurut Yusran, momentum hari jadi bukan hanya perayaan rutin, tetapi menjadi pijakan penting dalam merancang kebijakan yang tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Ini bukan untuk hal lain, tapi menjadi proyeksi kami sebagai pemerintah daerah ke depan, dengan tetap melihat kebutuhan masyarakat,” ujarnya, selasa (14/04/2026)
Ia menegaskan, program pembangunan daerah tetap mengacu pada kebijakan pemerintah pusat dan provinsi, namun pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan, khususnya di tingkat desa dan kelurahan.
Salah satu fokus yang tengah disiapkan adalah penguatan transportasi laut melalui bantuan kapal dari pemerintah provinsi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, terutama bagi masyarakat kepulauan.
“Harapannya kapal ini bisa menunjang transportasi keluarga kita di kepulauan, dan memang ditargetkan masuk ke Pangkep ” jelasnya.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Yusran menilai, kualitas akses jalan dan fasilitas penunjang lainnya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kalau jalanan tidak bagus, perekonomian satu wilayah tidak akan maju. Karena itu kami maksimalkan pembangunan jalan, irigasi, dan perbaikan dermaga di wilayah kepulauan,” tegasnya.
Tak hanya infrastruktur, sektor ekonomi juga mendapat perhatian serius. Pemerintah daerah terus mendorong penguatan UMKM melalui pemberian bantuan yang disertai peningkatan kapasitas pelaku usaha.
“Kami tidak hanya kasih alat, tapi juga ilmu. Karena kalau ada alat tapi tidak punya pengetahuan, itu sama saja,” ujarnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Pangkep juga membuka akses pembiayaan melalui perbankan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha.
“Tidak semua orang punya modal, tapi semua orang punya keinginan untuk berusaha. Di sinilah kami dorong akses keuangan bagi UMKM,” tambahnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menjadi perhatian. Yusran mengaku telah melihat langsung dampak positif program tersebut terhadap para pelajar.
“Kami berharap gizi anak-anak bisa tersalurkan dengan baik, sehingga tumbuh kembang mereka lebih baik ke depan,” katanya.
Di akhir keterangannya, Yusran menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendorong pembangunan daerah.
“Saya tidak bisa jalan sendiri. Pembangunan ini harus kita lakukan bersama, dengan dukungan semua pihak,” tutup Yusran.







