
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
MAKASSAR — Polda Sulawesi Selatan mencatat perkembangan signifikan pada pelaksanaan Operasi Zebra Pallawa 2025, terutama pada aspek kegiatan preventif dan edukasi lalu lintas.
Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol Karsiman, melalui Kasubdit Gakkum Dr. AKBP Amin Toha SH, MH, menjelaskan bahwa berbagai program sosialisasi mengalami lonjakan besar, mulai dari bimbingan dan penyuluhan kepada komunitas motor, pelajar, hingga pengusaha angkutan.
“Jumlah kegiatan Binluh yang tahun lalu nihil, kini meningkat menjadi 690 kali pada 2025 atau naik 100 persen. Penyebaran informasi di media massa dan media sosial juga bertambah hingga 22,21 persen menjadi 19.195 kali,” ujar Amin Toha, Senin (24/11).
Selain itu, beragam kegiatan preventif seperti ramp check, pemeriksaan kelengkapan kendaraan, dan pengawasan di titik rawan kecelakaan mengalami peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya. Kegiatan Turjawali atau pengaturan lalu lintas juga naik 7 persen, mencapai 8.555 kali.
Meski demikian, distribusi bahan kampanye seperti spanduk, leaflet, dan stiker justru turun sekitar 11,9 persen.
Pada aspek penegakan hukum, tilang berbasis ETLE menunjukkan lonjakan drastis sebesar 221 persen, dari 1.273 pelanggaran pada 2024 menjadi 4.084 pada 2025. Sebaliknya, tilang manual menurun 22 persen dan teguran turun 34 persen.
Dampak positif dari operasi tersebut terlihat pada penurunan angka kecelakaan lalu lintas yang merosot hingga 43 persen. Korban meninggal dunia pun mengalami penurunan mencolok sebesar 66 persen.
Beberapa wilayah masih mencatat korban meninggal dunia, yakni Polres Pangkep dan Gowa dengan masing-masing dua orang, serta Bantaeng, Polrestabes Makassar, Luwu Utara, dan Tana Toraja yang masing-masing mencatat satu korban jiwa.
Kerugian material akibat kecelakaan turut menurun 22 persen, dari Rp18,3 juta pada 2024 menjadi Rp14,17 juta pada 2025.






