
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Makassar – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Selatan mengintensifkan penindakan pelanggaran lalu lintas yang dibarengi dengan sosialisasi penggunaan ETLE Handheld Mobile versi terbaru di Kota Makassar. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 16–17 April 2026, dengan menyasar sejumlah ruas jalan utama.
Adapun titik yang menjadi fokus kegiatan meliputi Jl. Ir. Sutami, Jl. Perintis Kemerdekaan, Jl. Urip Sumoharjo, Jl. AP Pettarani hingga Jl. Boulevard. Lokasi tersebut dipilih karena dinilai rawan pelanggaran yang kerap memicu kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.
Dalam pelaksanaannya, Ditlantas Polda Sulsel berkolaborasi dengan Polrestabes Makassar serta Jasa Raharja Sulawesi Selatan. Selain melakukan penindakan, petugas juga memberikan edukasi langsung kepada pengendara mengenai pentingnya tertib berlalu lintas.
Dirlantas Polda Sulsel, Kombes Pol Dr. Pria Budi, S.I.K., M.H., M.Han, menegaskan bahwa penggunaan ETLE Handheld Mobile merupakan langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas pengawasan di lapangan.
“ETLE Handheld Mobile ini memungkinkan petugas melakukan penindakan langsung dengan bukti pelanggaran yang terekam secara elektronik,” ujar Dr. Pria Budi.
Ia menjelaskan, teknologi tersebut mampu mendeteksi pelanggaran secara real-time sehingga proses penindakan menjadi lebih cepat dan akurat.
“Sistem ini membuat penegakan hukum lebih transparan karena berbasis data dan mengurangi potensi pelanggaran prosedur di lapangan,” katanya.
Pelanggaran yang menjadi sasaran utama dalam kegiatan ini meliputi pengendara roda dua dan roda empat, seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, parkir sembarangan, hingga berboncengan lebih dari satu orang.
Menurut Dr. Pria Budi, pelanggaran tersebut masih menjadi penyumbang terbesar kemacetan serta risiko kecelakaan di wilayah perkotaan.
“Pelanggaran seperti ini terlihat sepele, tapi dampaknya besar terhadap keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak semata berfokus pada penindakan, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat.
“Kami berharap masyarakat semakin disiplin dalam berkendara, sehingga angka pelanggaran dan kecelakaan bisa ditekan,” pungkasnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, petugas mencatat adanya peningkatan jumlah penindakan yang signifikan, serta tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti sosialisasi yang diberikan di lapangan.






