
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Makassar – Pesta Rakyat Kecamatan Rappocini yang digelar di Lapangan Telkom, Makassar, Minggu (6/9/2026) malam, berlangsung semarak. Di balik kemeriahannya, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus momentum pemerintah menyampaikan sejumlah pesan terkait kebersihan, ketertiban, pelayanan publik dan kepedulian terhadap lingkungan.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi jajaran Kecamatan Rappocini yang menggelar pesta rakyat bersama masyarakat. Rappocini menjadi kecamatan ke-11 yang dikunjunginya dalam rangkaian pesta rakyat di Kota Makassar.
“Terima kasih kepada Camat Rappocini beserta seluruh jajarannya yang pada malam hari ini telah melaksanakan kegiatan pesta rakyat,” kata Munafri.
Munafri juga mengapresiasi berbagai capaian Rappocini, termasuk Kelurahan Bonto Makkio dan Kelurahan Gunung Sari yang berhasil membawa nama Makassar dalam kompetisi tingkat provinsi hingga nasional.

“Kita berdoa mudah-mudahan ini memberikan prestasi yang terbaik dan memberikan kebanggaan khususnya kepada Kota Makassar yang kita cintai,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Munafri menegaskan penataan pedagang kaki lima (PKL) dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar, bahu jalan dan fasilitas umum, bukan melarang masyarakat mencari nafkah. Penataan akan diikuti pembinaan, pemberdayaan serta upaya membuka akses permodalan yang lebih mudah bagi pelaku usaha.
“Ini memang sangat penting untuk kita menata kota ini, memperbaiki secara estetika dan tentu ini akan memberikan gambaran yang sangat baik bahwa kita adalah masyarakat yang taat dan patuh pada aturan-aturan,” jelasnya.
“Ini terus akan dilakukan pendampingan-pendampingan, khususnya akan memberikan akses permodalan yang lebih mudah kepada perbankan,” lanjutnya.
Persoalan sampah juga menjadi perhatian utama. Munafri mengapresiasi inovasi masyarakat Rappocini, termasuk pemanfaatan biodigester yang mengolah sampah rumah tangga menjadi gas untuk kebutuhan memasak. Menurutnya, kesadaran memilah dan mengelola sampah dari rumah perlu terus dibangun sebagai bagian dari upaya mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada generasi mendatang.
“Ini yang harus terus kita lakukan berbagai macam pola pendekatan, sehingga kesadaran yang kita bangun adalah memastikan apa yang kita lakukan hari ini memberikan dampak dan warisan yang baik kepada generasi yang akan datang,” tuturnya.
Pemkot Makassar juga memperluas pembebasan retribusi sampah bagi masyarakat dengan daya listrik tertentu hingga pelanggan 1.300 VA. Di Rappocini, kebijakan tersebut diperkirakan mencakup hampir 12 ribu rumah.
Namun, warga penerima wajib memilah sampah dari rumah, sementara camat dan lurah diminta memastikan pendataan serta memberikan tanda atau stiker pada rumah penerima. Kebijakan itu berlaku bagi masyarakat umum dan tidak untuk usaha atau kegiatan komersial.
“Artinya di Rappocini ini ada kurang lebih hampir 12 ribu rumah yang nantinya tidak lagi membayar iuran sampahnya,” ungkapnya.
“Syaratnya satu, sampahnya harus dipilah,” tegas Munafri.
Menghadapi musim kemarau yang relatif panjang, Munafri turut mengingatkan potensi persoalan ketersediaan air baku. Pemkot Makassar terus mengupayakan distribusi air bersih melalui PDAM, BPBD dan Dinas PU.
“Kita memastikan suplai air bersih kepada masyarakat ini bisa kita jalankan dengan baik, dengan segala macam cara yang kita lakukan,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran, antara lain dengan memastikan kompor benar-benar mati setelah digunakan dan tidak menumpuk colokan listrik yang berpotensi menyebabkan korsleting.
“Bahaya kebakaran bisa datang kapan saja. Jadi tolong kita saling menjaga,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Camat Rappocini Yudistira Ekaputra Nugraha mengatakan Pesta Rakyat Rappocini tidak sekadar menjadi agenda perayaan, tetapi juga ruang memperkuat persaudaraan dan kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat.
“Ini bukan sekadar perayaan tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan serta menumbuhkan semangat kebersamaan antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Rappocini,” kata Yudistira.
Ia memaparkan, Kecamatan Rappocini terus mendorong pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi warga, termasuk sosialisasi pemilahan sampah hingga tingkat RT dan RW. Saat ini terdapat satu TPS 3R, 73 lokasi urban farming, 64 bank sampah, 71 teba, 12 biopori, 44 komposter dan 10 kegiatan eco enzyme.

“Sebagian besar sarana dan prasarana tersebut terwujud melalui swadaya serta partisipasi masyarakat,” jelasnya.
Di bidang penataan wilayah, Kecamatan Rappocini telah menertibkan 383 PKL yang beraktivitas di atas fasilitas umum dan jalur perlintasan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar, bahu jalan dan fasilitas umum bagi masyarakat.
“Pemeringah tentu tidak melarang masyarakat untuk berjualan dan mencari nafkah. Kami mengimbau agar kegiatan perdagangan dilakukan pada lokasi yang tidak mengambil atau mengganggu hak masyarakat umum,” katanya.
Dari sisi prestasi, Kelurahan Bonto Makkio meraih juara pertama tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dalam lomba Kampung KB Berkualitas. Sementara Kelurahan Gunung Sari meraih juara pertama tingkat provinsi dalam lomba Lurah Berprestasi 2026 dan kini mengikuti seleksi tingkat nasional.
Yudistira menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat Rappocini.
“Keberhasilan tersebut bukan semata-mata hasil kerja lurah atau camat, tetapi prestasi ini merupakan hasil kerja bersama dan partisipasi seluruh warga,” pungkasnya.



