
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
UPTD SPF SD Inpres Andi Tonro Makassar menjalani visitasi akreditasi yang dilakukan Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) Provinsi Sulawesi Selatan, yang berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu, 4-5 September 2026.
Visitasi dilakukan oleh Tim Asesor yakni Ita Rostia Ichsan, S.Pd., M.Pd., bersama Reny Astuti Latif, S.Pd., M.Pd. Keduanya melakukan penilaian secara langsung dengan mencermati berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut.
Selama dua hari pelaksanaan visitasi, tim asesor tidak hanya memeriksa kelengkapan administrasi, tetapi juga mencocokkan data dan dokumen yang sebelumnya telah diunggah melalui aplikasi akreditasi dengan kondisi faktual di lapangan.
Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari penyambutan tim asesor, penampilan dan aktivitas peserta didik, kebersihan serta lingkungan sekolah, hingga proses pembelajaran di ruang kelas.
“Mulai dari awal penjemputan, alhamdulillah kami sudah dijemput. Setelah itu ada persembahan dari anak-anak. Ada pramuka dan beberapa persembahan lainnya,” ujar Ita Rostia Ichsan, S.Pd., M.Pd., Sabtu (05/09/2026).
Menurut Ita, kondisi lingkungan sekolah menjadi salah satu aspek yang cukup menonjol selama proses observasi. Kebersihan dan penataan lingkungan sekolah dinilai telah berjalan dengan baik.
Tim asesor selanjutnya melakukan observasi terhadap proses pembelajaran.
Mereka melihat secara langsung metode yang diterapkan guru, interaksi antara guru dan peserta didik, serta pola komunikasi yang terbangun di lingkungan sekolah.
“Kami melihat bagaimana cara mengajarnya ibu guru, bagaimana interaksinya dengan anak didik, dengan kepala sekolah, dengan antar guru, alhamdulillah semua sudah berjalan dengan baik,” kata Ita.
Ita menjelaskan, visitasi merupakan bagian penting dalam rangkaian proses akreditasi. Penilaian tersebut bertujuan memastikan adanya kesesuaian antara data yang disampaikan sekolah melalui aplikasi dengan kondisi sebenarnya.
“Jadi kami hanya melihat untuk mencocokkan apa yang sudah mereka sampaikan di aplikasi. Kemudian kami cocokkan dengan kondisi di lapangan,” jelas Ita.
Tidak hanya proses pembelajaran, aktivitas dan capaian peserta didik juga menjadi bagian yang diperhatikan tim asesor. Peserta didik SD Inpres Andi Tonro dinilai cukup aktif mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan.
“Karena mereka sering mengikuti berbagai lomba. Alhamdulillah ada juga yang mendapatkan juara,” ungkap Ita.
Dari aspek manajemen sekolah, tim asesor turut mencermati komunikasi dan koordinasi antara kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan. Menurut Ita, pola pengambilan keputusan di sekolah telah mengedepankan pembahasan dan kesepakatan bersama.
“Ibu kepala sekolah kalau misalnya ada yang dia inginkan, dia tidak bekerja sendiri, tapi memanggil guru-gurunya. Mereka berembuk, setelah itu baru dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan,” tutur Ita.
Sementara dari sisi administrasi, dokumen pendukung yang menjadi bagian dari instrumen penilaian BAN-PDM juga dinilai tersedia. Pemeriksaan dilakukan dengan mencermati bukti-bukti yang disiapkan sekolah sesuai dengan indikator penilaian.
“Setelah melihat instrumen dengan bukti-bukti yang ada, dari semua instrumen yang kami tanyakan, alhamdulillah ada dan bukti dokumennya juga ada,” kata Ita.
Ita menegaskan, akreditasi memiliki peran penting dalam mendorong satuan pendidikan untuk terus melakukan peningkatan mutu. Selain menjadi bagian dari evaluasi kualitas sekolah, hasil akreditasi juga dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi orang tua dalam menentukan pilihan pendidikan bagi anak.
“Akreditasi itu sebenarnya sangat penting. Salah satunya mungkin sebagai daya tarik untuk orang tua. Apalagi orang tua yang pemerhati pendidikan, mereka pasti melihat grade-nya dulu,” ujar Ita.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala UPTD SPF SD Inpres Andi Tonro Makassar, Hj. Rosnaeni, S.Pd., M.Pd., mengatakan pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan jauh sebelum pelaksanaan visitasi.
Persiapan dilakukan dengan melakukan pembenahan terhadap fasilitas sekolah maupun berbagai indikator yang menjadi bagian dari penilaian akreditasi. Seluruh unsur sekolah, termasuk para guru, turut dilibatkan dalam proses tersebut.
“Setelah ada jadwal akreditasi, kami melakukan pembenahan pada fasilitas. Item-item yang perlu dimunculkan dalam 14 indikator itu kami benahi satu demi satu,” kata Hj. Rosnaeni.
Menurut Hj. Rosnaeni, persiapan akreditasi tidak semata-mata berorientasi pada pembenahan fisik sekolah. Berbagai aspek lainnya juga menjadi perhatian, mulai dari kebersihan lingkungan, struktur organisasi, pola komunikasi dan interaksi dalam pembelajaran, kelengkapan dokumen, hingga keberlanjutan program yang mendukung peningkatan prestasi peserta didik.
“Fokus utama bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi kebersihan sekolah, struktur, komunikasi interaksi di kelas, kemudian dokumen-dokumen dan keberlanjutan kegiatan rutin untuk peningkatan kemajuan siswa,” jelas Hj. Rosnaeni.
Ia berharap seluruh rangkaian visitasi tersebut dapat menjadi momentum bagi SD Inpres Andi Tonro untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan kepada peserta didik.
“Kami berharap apa yang kami upayakan pada hari ini membuahkan hasil yang baik, di mana sekolah kami tergolong layak dan bisa diperhitungkan sebagai sekolah yang siap melayani peserta didik,” pungkas Hj. Rosnaeni. (*)



