
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
MAKASSAR – Semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa di Kecamatan Makassar. Pesta Malam Puncak Kemerdekaan yang digelar di Jalan Poros Kerung-Kerung, Makassar, Senin (7/9/2026) malam, tidak sekadar menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. Menurutnya, pesta rakyat yang digelar di sejumlah kecamatan merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat.
“Ini menjadi bagian dari pesta rakyat yang ke-14 yang telah kita jalankan. Kegiatan ini diharapkan menjadi tempat untuk membangun silaturahmi, memperkuat ukhuwah satu dengan yang lainnya,” kata Munafri.
Di tengah kemeriahan pesta rakyat, Munafri turut mengingatkan masyarakat mengenai kondisi cuaca ekstrem yang tengah melanda Makassar. Musim kemarau berkepanjangan, kata dia, berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.
Pemerintah Kota Makassar pun telah mengerahkan armada untuk mendistribusikan air bersih kepada warga yang membutuhkan. Munafri meminta masyarakat yang mengalami kesulitan air segera berkoordinasi dengan lurah masing-masing agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
“Saat ini kita menghadapi kondisi cuaca yang sangat ekstrem. Musim kemarau sangat panjang sehingga penyediaan air bersih menjadi persoalan yang sangat memberi perhatian untuk kita semua,” ujarnya.
Distribusi air bersih, lanjut Munafri, dilakukan Pemkot Makassar melalui BPBD, Dinas PU, dan PDAM berdasarkan pendataan warga yang benar-benar terdampak.
Ia juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak, terutama di tengah keterbatasan pasokan. Bantuan air bersih yang didistribusikan pemerintah diharapkan diprioritaskan untuk kebutuhan pokok masyarakat.
“Jangan sampai di tengah-tengah kekurangan air, masyarakat pakai cuci motor, cuci mobil airnya. Ini persoalan. Ini jangan sampai terjadi,” tegasnya.
Tak hanya persoalan air bersih, ancaman kebakaran selama musim kemarau juga menjadi perhatian. Munafri mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan memastikan kompor, instalasi, dan perangkat listrik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
“Ini bukan cuma menjadi tanggung jawab pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk saling menjaga dan memastikan keselamatan serta keamanan di wilayah kita,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Camat Makassar Tri Sugiarto Burhan mengatakan pesta rakyat tersebut turut menjadi wadah promosi bagi pelaku UMKM. Pemerintah kecamatan melibatkan perwakilan UMKM dari seluruh kelurahan untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
“Jadi pesta rakyat yang kita laksanakan pada malam hari ini melibatkan UMKM setiap kelurahan. Ada 14 kelurahan yang menghadirkan perwakilan UMKM, dan ada 23 UMKM yang dihadirkan di lokasi pesta rakyat,” kata Tri.
Menurut Tri, keterlibatan UMKM dalam pesta rakyat diharapkan dapat membuka ruang interaksi yang lebih luas antara pelaku usaha dan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.
Selain penguatan UMKM, Kecamatan Makassar juga terus mendorong kesadaran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, khususnya melalui pemilahan sampah dari rumah tangga.
“Jadi 60 sampai 70 persen sampah organik di rumah tangga itu kita coba kelola dengan teba-teba modern,” jelasnya.
Upaya tersebut didukung dengan keberadaan 68 bank sampah aktif, 22 unit urban farming, serta 43 unit teba yang tersebar di sejumlah kelurahan di Kecamatan Makassar.
Tri berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga berbagai program lingkungan dan pemberdayaan ekonomi berjalan beriringan.
Dengan semangat kebersamaan yang dihadirkan melalui pesta rakyat, Kecamatan Makassar diharapkan semakin tertib, bersih, nyaman, sekaligus mampu membangun lingkungan yang berkelanjutan dan produktif bagi masyarakat.



