
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
MAKASSAR — Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) tengah mematangkan persiapan untuk pelaksanaan Operasi Zebra Pallawa 2025, yang akan digelar serentak di seluruh jajaran Polres menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Operasi tahunan ini menjadi bagian dari upaya Polri untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas di jalan raya serta memastikan keselamatan masyarakat selama masa libur panjang akhir tahun.
Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Sulsel, Kombes Pol. Bambang Widjanarko, SIK, M.Si, didampingi Wadirlantas AKBP Erwin Syah, dalam kegiatan Latpra Ops Zebra 2025 di Aula Biru Ditlantas Polda Sulsel, Kamis (13/11), menyampaikan bahwa operasi ini merupakan langkah awal untuk menciptakan lalu lintas yang tertib dan kondusif menjelang periode Nataru.
“Operasi Zebra menjadi upaya awal untuk membentuk kembali budaya tertib berlalu lintas serta mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin selama aktivitas perjalanan jelang Nataru,” ujar Karo Ops Polda Sulsel
Operasi Zebra 2025 dijadwalkan berlangsung selama dua pekan sebelum natal. Selama pelaksanaannya, petugas akan menyoroti delapan pelanggaran utama yang kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.
Adapun delapan sasaran pelanggaran tersebut meliputi:
1. Penggunaan ponsel saat berkendara dan tidak memakai sabuk pengaman.
2. Pengendara di bawah umur.
3. Berboncengan lebih dari satu orang.
4. Tidak memakai helm standar dan penggunaan knalpot brong.
5. Berkendara di bawah pengaruh alkohol.
6. Melawan arus lalu lintas.
7. Kendaraan over dimensi dan over loading serta TKB tidak sesuai spesifikasi.
8. Berkendara melebihi batas kecepatan.
Selain fokus pada penindakan, Kombes Bambang menegaskan bahwa operasi ini juga berorientasi pada pendekatan preventif dan edukatif, guna menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di jalan.





