
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Di tengah semangat pasca-Idulfitri, Kesatuan Masyarakat Wajo (KEMAWA) bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo menggelar kegiatan halalbihalal yang sarat makna kebersamaan. Mengusung tema “Menyatukan Hati, Menguatkan Persaudaraan dan Membangun Solidaritas serta Sinergitas Menuju Wajo Maradekaya”, acara ini berlangsung di Hotel Claro Makassar pada Sabtu (18/4/2026).
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ajang berkumpulnya berbagai elemen penting, mulai dari Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman, Bupati Wajo Andi Rosman, anggota DPR RI dan DPRD, tokoh masyarakat, hingga diaspora Wajo yang tersebar di berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Jufri Rahman mengingatkan bahwa halalbihalal bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan momentum memperbaiki dan memperkuat relasi sosial.
“Silaturahmi seperti ini harus dimaknai sebagai momentum merajut yang terurai, merekatkan yang retak, dan menyambung yang sempat terputus.”Jelasnya.
Penegasan itu diperkuat dengan pandangannya mengenai karakter orang Wajo, yang menurutnya dikenal memiliki loyalitas tinggi. Nilai tersebut dinilai sebagai fondasi kuat dalam mendukung pembangunan daerah.
“Jangan pernah meragukan loyalitas orang Wajo. Ketika sudah berkomitmen, mereka akan menjaganya, bahkan dengan pengorbanan besar,” ungkapnya.
Berpindah pada pandangan pemerintah daerah, Bupati Wajo Andi Rosman menyampaikan apresiasi terhadap KEMAWA yang konsisten menjaga ikatan persaudaraan masyarakat Wajo di perantauan. Ia berharap pertemuan ini tidak berhenti pada temu kangen, tetapi mampu melahirkan gagasan nyata.
“Halalbihalal ini bukan sekadar berkumpul, tapi harus menjadi ruang komunikasi untuk menghapus sekat, memperkuat sinergi, dan menyatukan visi membangun Wajo,” tuturnya.
Dalam pemaparannya, Andi Rosman juga menyinggung capaian pembangunan yang telah diraih, khususnya di sektor infrastruktur. Sepanjang 2025, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan jalan serta fasilitas publik.
“Pembangunan ini adalah hasil kerja bersama. Dukungan masyarakat dan sinergi dengan pemerintah provinsi menjadi kunci,” jelasnya.
Tidak berhenti di situ, pemerintah daerah turut mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai potensi unggulan, termasuk rencana Festival Danau Tempe yang diharapkan mampu menarik minat wisatawan.
“Kami ingin Wajo tidak hanya dikenal dari sejarahnya, tetapi juga sebagai destinasi yang menarik bagi masyarakat luas,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KEMAWA H. Andi Bau Sangkawana Sangkuru menegaskan pentingnya menjaga kekompakan sebagai identitas masyarakat Wajo. Ia menilai halalbihalal sebagai momentum strategis untuk mempererat komunikasi dan kebersamaan.
“Momentum ini harus menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan dan membangun komunikasi yang lebih baik antar sesama masyarakat Wajo,” ujarnya.





