
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Makassar – Isu abrasi pantai dan keterbatasan dermaga kembali mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kepulauan Sangkarrang Tahun 2026 yang dilaksanakan di Hotel Best Western, Selasa (27/01/2026).
Di hadapan peserta Musrenbang, Camat Kepulauan Sangkarrang Andi Asdhar menegaskan bahwa kebutuhan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan sejak beberapa tahun terakhir.
Secara geografis, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang dihuni sekitar 14 ribu jiwa yang tersebar di tiga kelurahan dan sejumlah pulau berpenghuni. Kondisi ini membuat persoalan abrasi dan akses transportasi laut menjadi ancaman nyata bagi keselamatan serta aktivitas warga.
Menurut Andi Asdhar, pembangunan dermaga dan tanggul penahan abrasi harus tetap diprioritaskan karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, terutama saat musim hujan yang kerap memperparah kerusakan wilayah pesisir.
Di luar pembangunan fisik, pemerintah kecamatan juga menyoroti sektor pendidikan. Hingga kini, belum tersedia SMA negeri di Kepulauan Sangkarrang sehingga diperlukan dorongan bersama, baik dari pemerintah kota maupun provinsi.
Sementara di bidang lingkungan, Andi Asdhar menyampaikan dukungan terhadap program pengelolaan sampah berbasis rumah tangga yang dicanangkan Wali Kota Makassar. Dua kelurahan di wilayah tersebut juga telah menerima bantuan mesin generator TPS dari DLH dan telah beroperasi.
Terkait layanan transportasi laut, pemerintah kecamatan terus melakukan koordinasi agar kapal pelayanan antarpulau dapat segera difungsikan, dengan rencana operasional pada Februari atau Maret mendatang.
Menutup penyampaiannya, Andi Asdhar menegaskan bahwa masyarakat kepulauan merupakan bagian dari Kota Makassar yang berhak memperoleh layanan setara, termasuk listrik 24 jam serta pengembangan potensi wisata bahari yang masih alami.







