
Palu.Nycnews.id – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 29–31 Januari 2026 di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Mengusung tema “PSI Rumah Bersama: Politik Terbuka, Kerja Nyata untuk Indonesia”, agenda nasional ini menjadi Rakernas pertama PSI dan dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat konsolidasi partai secara nasional.
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia Sulawesi Tengah menyatakan komitmennya untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah, M. Agus Lamakarate, menegaskan bahwa Rakernas Makassar bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang strategis untuk menyusun langkah konkret menghadapi tahapan politik ke depan, termasuk verifikasi partai dan target lolos ke DPR RI.
Ketua DPW PSI Sulteng bersama jajaran pengurus memastikan kehadiran mereka di Makassar sebagai wujud keseriusan membesarkan PSI di wilayah Sulawesi Tengah. Ia menyebutkan, partisipasi aktif dalam Rakernas merupakan bagian dari tanggung jawab daerah untuk mendukung agenda nasional partai sekaligus memperjuangkan kepentingan wilayah di tingkat pusat.
Sebagai bentuk keseriusan tersebut, DPW PSI Sulawesi Tengah mengirimkan rombongan besar ke Makassar. Total peserta yang diberangkatkan diperkirakan mencapai sekitar 450 orang. Mereka berasal dari 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah, serta unsur pengurus tingkat provinsi. Rombongan ini diberangkatkan menggunakan kurang lebih 75 unit kendaraan, mencerminkan soliditas dan kesiapan kader PSI Sulawesi Tengah dalam mendukung Rakernas pertama partai.
“Kami dari DPW PSI Sulawesi Tengah pertama-tama ingin menyukseskan Rakernas pertama PSI di Makassar. Setelah itu, kami akan berupaya sekuat tenaga untuk bergerak cepat agar PSI menjadi partai besar di Sulawesi Tengah,” kata Agus Lamakarate di sela-sela pelepasan rombongan menuju Makassar, Selasa (27/01/2026).
Ia menjelaskan bahwa PSI Sulawesi Tengah telah menetapkan target yang jelas dan terukur. Target jangka pendek adalah memastikan partai lolos dalam tahapan verifikasi partai politik. Setelah itu, sasaran berikutnya adalah menembus parlemen nasional melalui DPR RI.
“Target kami jelas. Pertama harus lolos verifikasi, yang kedua bisa lolos ke Senayan. Insya Allah,” ujarnya.
Agus juga menyoroti posisi strategis Sulawesi Tengah yang berada di wilayah tengah Indonesia. Menurutnya, kondisi geografis dan potensi daerah ini menjadi modal penting bagi PSI untuk menyumbangkan suara signifikan secara nasional. Oleh karena itu, DPW PSI Sulawesi Tengah ingin membuktikan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) bahwa daerah ini memiliki kapasitas dan kekuatan politik yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Target PSI Sulawesi Tengah, lanjut Agus, tidak hanya berhenti pada DPR RI. Partai juga membidik kursi di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah serta DPRD kabupaten dan kota. Dengan kerja organisasi yang konsisten dan struktur yang solid, target tersebut dinilai realistis untuk dicapai.
“Kami ingin membuktikan bahwa Sulawesi Tengah bisa mendapatkan kepercayaan dari DPP. Target kami bukan hanya lolos di Senayan, tetapi juga di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota,” katanya.
Dalam mencapai target tersebut, Agus menekankan pentingnya sinergi antara struktur partai di daerah dan pusat. Dukungan dari DPP dinilai sangat dibutuhkan agar langkah-langkah strategis yang disusun di daerah dapat berjalan optimal.
“Kami tentu berharap dukungan dan support dari DPP, dari pusat, dan terutama doa restu agar upaya dan rencana kami ini bisa terwujud,” ujarnya.
Setelah Rakernas Makassar selesai, DPW PSI Sulawesi Tengah telah menyiapkan sejumlah langkah lanjutan untuk mempercepat kerja organisasi di daerah. Salah satu fokus utama adalah penguatan struktur partai hingga tingkat paling bawah. Saat ini, kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di seluruh kabupaten dan kota telah dibentuk dan diisi.
“Pulang dari Rakernas, kami akan langsung melakukan pelantikan seluruh DPC yang sudah diisi. Kami akan berkeliling Sulawesi Tengah untuk melantik DPC-DPC yang ada,” kata Agus.
Setelah DPC terbentuk secara resmi, PSI Sulawesi Tengah akan melanjutkan pembentukan kepengurusan di tingkat ranting atau Dewan Pimpinan Ranting (DPRT). Struktur ini dipandang penting untuk memperkuat basis partai di tingkat desa dan kelurahan, sekaligus mendekatkan PSI dengan masyarakat secara langsung.
Dalam upaya menarik simpati masyarakat Sulawesi Tengah, PSI mengusung konsep sebagai partai yang terbuka dan inklusif. Agus menegaskan bahwa PSI tidak membatasi diri pada segmen tertentu, melainkan membuka ruang bagi seluruh lapisan masyarakat yang ingin terlibat dalam politik.
“PSI adalah partai yang super terbuka. Kami membuka diri dengan siapa pun. Kami terbuka untuk semua segmen masyarakat yang ingin bergabung dengan PSI,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa PSI bukan milik segelintir elit atau kelompok tertentu. Setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan partai. Konsep keterbukaan ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan kelompok yang selama ini merasa jauh dari dunia politik.
DPW PSI Sulawesi Tengah meyakini bahwa pendekatan inklusif, kerja organisasi yang terstruktur, serta konsolidasi berkelanjutan akan memperkuat posisi PSI di daerah. Dengan jumlah kader yang besar dan struktur yang solid hingga tingkat ranting, PSI optimistis mampu bersaing dalam kontestasi politik mendatang.
Rakernas Makassar juga dipandang sebagai ajang penting untuk menyamakan visi dan strategi antara pengurus pusat dan daerah. Hasil Rakernas diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh DPW dan DPD dalam menjalankan program kerja partai secara terarah dan terukur.
Dengan semangat kebersamaan dan target yang jelas, DPW PSI Sulawesi Tengah bertekad menjadikan Rakernas Makassar sebagai titik awal percepatan gerak partai. Konsolidasi organisasi, penguatan struktur hingga tingkat ranting, serta pendekatan terbuka kepada masyarakat menjadi langkah utama yang akan dijalankan demi menghadapi agenda politik ke depan. ***




