
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Makassar – Universitas Patompo Makassar terus berbenah untuk meningkatkan daya saingnya sebagai perguruan tinggi pilihan. Salah satu daya tarik utama kampus ini adalah biaya kuliah yang terjangkau, hanya sekitar Rp 2 juta per semester. Selain itu, kampus juga memberikan keringanan dan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun yang mengalami kendala ekonomi.
“UKT kami relatif murah dibanding kampus lain di Makassar. Namun, keterjangkauan ini tidak mengurangi kualitas pendidikan, karena kami tetap menghadirkan dosen berkualitas, fasilitas laboratorium, dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri,” jelas Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Dr. Andi Arifuddin, M.Pd.
FST menjadi ujung tombak pengembangan Universitas Patompo. Saat ini, fakultas tersebut memiliki tiga program studi unggulan: Teknik Elektro, Teknik Sipil, dan Statistika. Ketiganya sudah mengantongi akreditasi “baik sekali” dan tengah diproyeksikan menuju predikat “unggul”.
Tahun akademik 2025/2026, FST menerima 45 mahasiswa baru dari berbagai daerah, termasuk satu mahasiswa internasional asal Sudan yang bergabung di program studi Teknik Sipil. Total mahasiswa aktif FST kini mencapai 250 orang.
“Kehadiran mahasiswa internasional menjadi langkah awal internasionalisasi kampus. Kami ingin FST tidak hanya menjadi pilihan lokal, tapi juga menarik minat mahasiswa dari luar negeri,” ujar Andi.
Beberapa mahasiswa yang sempat ditemui awak media juga mengaku memilih Universitas Patompo karena biaya kuliahnya yang lebih terjangkau dibanding kampus lain di Makassar, serta rekomendasi dari keluarga.
Seorang mahasiswa asal NTT menyebut, “Saya disarankan oleh saudara yang sudah lebih dulu kuliah di sini. Selain itu, biaya kuliahnya jauh lebih murah dibanding kampus lain.”
Hal serupa disampaikan mahasiswa asal Mamasa, yang menilai kualitas pembelajaran di Patompo tidak kalah dengan kampus besar. “Saya ingin kuliah di Teknik Sipil, dan Universitas Patompo menyediakan pilihan itu dengan biaya yang masih bisa dijangkau,” ujarnya.
Sementara itu, mahasiswa asal Takalar menambahkan, “Kalau dibandingkan dengan universitas lain di Makassar, biaya di Patompo lebih ringan. Itu alasan utama saya memilih di sini.”
Sebagai langkah strategis, Universitas Patompo kini tengah mempersiapkan pembukaan Program Magister (S2) Teknik Sipil dengan konsentrasi manajemen proyek dan konstruksi. Program ini disebut masih jarang ditawarkan di Makassar, sehingga berpotensi menjadi nilai tambah besar bagi kampus.
“Kami ingin menghadirkan jenjang pendidikan lanjut yang bisa menjawab kebutuhan industri, khususnya di bidang infrastruktur dan konstruksi. Program S2 ini akan menjadi salah satu keunggulan Universitas Patompo di masa mendatang,” tegas Andi.
Untuk menunjang pengembangan akademik, Universitas Patompo juga menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis, di antaranya PLN, Balai Besar Infrastruktur Wilayah Sulawesi, serta desa binaan Tanakaraeng di Gowa. Kolaborasi ini mencakup penelitian, pengembangan kurikulum, hingga program pengabdian masyarakat yang melibatkan langsung mahasiswa.
“Kerja sama dengan industri dan instansi menjadi kunci agar mahasiswa kami lebih siap menghadapi dunia kerja. Selain itu, kegiatan pengabdian masyarakat membantu mahasiswa belajar langsung dari lapangan,” tambahnya.
Dengan kombinasi biaya kuliah terjangkau, penguatan FST, dukungan kerja sama eksternal, serta rencana pengembangan program S2, Universitas Patompo Makassar optimistis mampu melahirkan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan siap menjawab tantangan zaman.







