
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Makassar – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Lalu Lintas Bhayangkara tahun ini terasa berbeda di Sulawesi Selatan. Alih-alih meriah dengan pesta dan seremoni, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulsel justru memilih cara sederhana namun penuh makna: berbagi kebahagiaan bersama anak yatim dan penghafal Al-Qur’an.
Melalui program “Polantas Menyapa”, jajaran Ditlantas yang dipimpin Kasubdit Regident, AKBP Siska Dwi Marita Susanti, menyambangi dua panti asuhan di Kota Makassar, yakni Panti Asuhan dan Tahfidz Qur’an Rahman Suyuti di Jalan Abd. Daeng Sirua serta Panti Asuhan Yatim Sejahtera di Jalan Paccinang Raya.
“Bakti sosial ini bukan sekadar memberi bingkisan. Kami ingin menghadirkan kebahagiaan, menumbuhkan semangat, dan mempererat kedekatan Polantas dengan masyarakat,” tutur AKBP Siska saat menyerahkan bantuan, Kamis (4/9/2025).
Ia menegaskan, keberadaan anak yatim dan para tahfidz Qur’an memiliki arti penting, karena doa-doa mereka diyakini membawa keberkahan.
“Doa tulus dari anak-anak inilah yang kami harapkan, agar senantiasa menghadirkan keselamatan dan kebaikan, baik bagi Ditlantas maupun seluruh pengguna jalan di Sulawesi Selatan,” tambahnya.
Tak berhenti di sana, Ditlantas Polda Sulsel juga menyiapkan berbagai agenda kemanusiaan lain dalam rangkaian HUT ke-70, mulai dari donor darah, kampanye keselamatan berlalu lintas, hingga aksi sosial yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
“Kami ingin Polantas dikenal bukan hanya dari peluit yang terdengar di jalan, tetapi juga dari ketulusan hati yang selalu hadir di tengah masyarakat,” tegas AKBP Siska.
Apresiasi datang dari Pengurus Panti Asuhan Rahman Suyuti, Ustaz H. Rahman, yang menilai kegiatan tersebut membawa kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Anak-anak merasa diperhatikan, apalagi di momen istimewa ulang tahun Polantas. Semoga amal baik ini dibalas Allah dengan pahala berlipat ganda,” ucapnya.
Suasana hangat penuh senyum, pelukan, dan doa di dua panti asuhan itu menjadi bukti bahwa kebahagiaan sejati lahir dari kepedulian. Perayaan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 di Sulsel pun meninggalkan kesan yang mendalam sederhana, namun sarat makna.







