oppo_1024
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Makassar – Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Panakkukang berlangsung meriah. Warga masyarakat tumpah ruah di Hotel MaxOne, Kamis malam (21/8/2025), dalam pesta rakyat yang menghadirkan nuansa silaturahmi sekaligus semangat inovasi lingkungan.
Hadir dalam acara tersebut Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Hj. Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Kota Makassar Hj. Melinda Aksa, Sekda Dr. Zulkifli Nanda, jajaran SKPD, unsur tripika, hingga 565 RT/RW se-Kecamatan Panakkukang.
Dalam sambutannya, Munafri mengapresiasi kerja keras jajaran Kecamatan Panakkukang yang mampu mengemas pesta rakyat bukan sekadar hiburan, melainkan wadah memperkuat kebersamaan dan kepedulian lingkungan. Ia menekankan pentingnya pengelolaan sampah berbasis mandiri sebagai salah satu fokus utama Pemkot Makassar.
“Saya kagum melihat pengelolaan maggot di Panakkukang. Satu kilo maggot bisa menghancurkan lima kilo sampah. Bahkan ada warga yang bisa menghasilkan ratusan kilo maggot dalam satu siklus. Artinya, ada tiga ton sampah yang bisa diurai hanya dengan satu box maggot. Ini luar biasa,” ungkap Munafri.
Ia menegaskan, gerakan pengelolaan sampah seperti urban farming, komposter, ecoenzim, biopori, hingga bank sampah harus menjadi bagian dari tugas pokok RT/RW.
“Target kita jelas: rumah tangga zero waste. Lingkungan yang bersih akan berpengaruh pada kesehatan warga, tumbuh kembang anak-anak, dan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.
Selain soal sampah, Munafri juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Ia meminta lurah dan camat aktif memastikan saluran air bersih dari sedimen agar titik genangan berkurang tiap tahun.
Tak hanya soal program lingkungan, Wali Kota menekankan bahwa pesta rakyat harus menjadi ruang perekat antara pemerintah dan masyarakat.
“Kegiatan ini adalah wujud kebersamaan. Mari kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata, dengan inovasi, dengan kebersamaan,” pungkasnya.
Camat Panakkukang, Muhammad Ari Fadli, menegaskan bahwa seluruh rangkaian HUT RI ke-80 di wilayahnya disusun selaras dengan visi besar Pemkot Makassar. “Kami tidak ingin hanya sekadar seremonial. Semua kegiatan diarahkan untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari urban farming, maggot, hingga bank sampah di 11 kelurahan,” ujarnya.
Menurut Ari Fadli, antusias warga sangat tinggi. Ribuan orang hadir dengan melibatkan 565 RT/RW, lurah, LPM, puskesmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga organisasi pemuda.
“Ini bukti bahwa Panakkukang punya semangat besar untuk bergerak bersama. Inilah modal sosial kita yang paling kuat,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa bulan depan Panakkukang akan menerima bantuan program bioflok dari Kementerian Perikanan yang akan dibagikan ke 20 kelurahan.
“Program ini akan melengkapi urban farming dan bank sampah. Jadi selain menjaga lingkungan, warga juga bisa memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi keluarga,” jelasnya.
Ari menegaskan, keberhasilan program hanya mungkin terwujud karena dukungan masyarakat.
“Malam ini kita buktikan bahwa Panakkukang siap berada di barisan depan untuk mewujudkan cita-cita besar Makassar sebagai kota bersih, sehat, dan berdaya,” tegasnya.
Pesta rakyat yang berlangsung hangat tersebut menegaskan bahwa Panakkukang bukan sekadar wilayah padat penduduk, melainkan motor penggerak inovasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di Kota Makassar.







