
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Makassar— Upaya merancang pembangunan yang lebih terarah kembali dilakukan Pemerintah Kecamatan Manggala melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel MaxOne Makassar, Jumat (23/01/2026), dengan menetapkan sejumlah program strategis sebagai prioritas utama.
Dalam forum perencanaan tersebut, Camat Manggala Andi Eldi Indra Malka, S.STP., M.M., memaparkan bahwa penyelesaian pembangunan dua kantor kelurahan menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan. Dua kantor yang dimaksud yakni Kelurahan Bitoa dan Kelurahan Biring Romang yang hingga kini masih berstatus sewa.
Menurut Andi Eldi, lahan untuk pembangunan kantor lurah sebenarnya telah tersedia. Ia berharap melalui Musrenbang ini, rencana pembangunan tersebut dapat memperoleh perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah kota.
“Prioritas utama kami ada di Kelurahan Bitoa dan Biring Romang. Lahannya sudah ada, tinggal bagaimana ini bisa menjadi perhatian ke depan,” ujarnya.
Tak hanya infrastruktur perkantoran, persoalan pengelolaan sampah juga masuk dalam daftar prioritas. Kecamatan Manggala memiliki peran penting karena menjadi lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Makassar, sehingga volume sampah yang masuk terbilang sangat besar.
Lebih lanjut, Andi Eldi menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar membuang sampah dalam kondisi sudah terpilah sejak dari sumbernya. Hal ini dinilai sejalan dengan arahan Wali Kota Makassar bersama Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar.
“Kami mendorong masyarakat untuk memilah sampah sebelum dibuang ke TPS maupun TPA,” jelasnya.
Ia menilai, kebiasaan memilah sampah dari rumah tangga akan berdampak besar terhadap pengurangan volume sampah yang berakhir di TPA.
“Kalau ini berjalan, jumlah sampah yang masuk ke TPA tentu bisa jauh berkurang,” tambahnya.
Di sisi lain, pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan juga menjadi kebutuhan mendesak di Kecamatan Manggala. Kondisi jalan di sejumlah wilayah dinilai perlu segera ditangani demi menunjang aktivitas masyarakat.
Terlebih lagi, lanjut Andi Eldi, musim hujan kerap memicu banjir tahunan di beberapa titik. Hal tersebut berpotensi menimbulkan kerugian bagi warga jika tidak diantisipasi dengan baik.
“Infrastruktur jalan ini sangat penting. Hampir setiap tahun Manggala terdampak banjir,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat solidaritas sosial.
“Kami imbau masyarakat tetap waspada, banyak berdoa, dan saling membantu agar terhindar dari bencana,” tuturnya.
Selanjutnya, program urban farming yang telah dijalankan di Kecamatan Manggala dinilai memberikan hasil positif. Ia mengapresiasi partisipasi masyarakat yang konsisten menjaga taman dan tanaman yang telah ditanam.
“Alhamdulillah urban farming berjalan dengan baik. Masyarakat masih menjaga taman dan tanamannya. Ini sangat bermanfaat bagi warga,” ungkap Andi Eldi.
Dalam rangka mitigasi banjir, pemerintah kecamatan juga mengembangkan program biopori yang telah tersebar di delapan kelurahan. Hingga kini, tercatat sekitar 40 titik biopori telah terpasang.
“Biopori sudah ada di kantor kelurahan, permukiman, RT/RW, bahkan sekolah-sekolah,” jelasnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kota Makassar.
“Ini berkat support dari Ibu Wali Kota Makassar sehingga edukasi ke masyarakat bisa berjalan,” katanya.
Terkait penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), Andi Eldi menegaskan bahwa penertiban terus dilakukan secara bertahap, terutama bagi PKL yang menggunakan fasilitas umum dan mengganggu lalu lintas.
“Setiap minggu ada penertiban. Kami juga sudah mengeluarkan surat edaran terkait penggunaan fasilitas umum seperti drainase dan bahu jalan,” tegasnya.
Jika teguran hingga tahap ketiga tidak diindahkan, kata Andi Eldi, maka tindakan tegas akan diambil dengan tetap mengedepankan koordinasi lintas OPD dan BUMD terkait.
“Relokasi akan kami kaji bersama OPD dan pengelola pasar. Prinsipnya, PKL tidak boleh menggunakan bahu jalan dan mengganggu fasilitas umum,” jelasnya.
Selain itu, penataan kontainer sampah di wilayah dataran rendah, khususnya Kelurahan Borong, juga telah dilakukan sejak tahun 2025. Sebanyak 15 kontainer telah dipindahkan karena dinilai mengganggu arus lalu lintas.
“Alhamdulillah, kondisi kini berangsur membaik dan masyarakat mulai teredukasi,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Kecamatan Manggala berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan Satpol PP Kota Makassar guna menciptakan penataan wilayah yang lebih tertib dan nyaman.
“Mari kita bersama-sama membangun Kecamatan Manggala, mendukung program Wali Kota Makassar, saling kompak, dan menjalankan tugas masing-masing dengan baik,” pungkas Andi Eldi Indra Malka.







