Meta Bangun Superkomputer Tercepat di Dunia untuk Metaverse

Logo Meta

Jakarta, NYCNews.id – Meta telah menyelesaikan sebagian pembangunan superkomputer Artificial Intelligence (AI) untuk penunjang ekosistem metaverse. Meta mengklaim superkomputer itu akan menjadi yang tercepat di planet ini.
Setelah sepenuhnya dibangun, Meta mengatakan itu akan menjadi superkomputer tercepat yang beroperasi. Perusahaan ini berencana menyelesaikannya pada pertengahan tahun ini.

Superkomputer yang dibangun Meta itu diberi nama Research SuperCluster (RSC). Nantinya RSC akan membantu para peneliti mengembangkan model AI yang lebih baik, yang dapat meniru triliunan sampel, memahami ratusan bahasa, dan masih banyak lagi.

CEO Meta Mark Zuckerberg mencatat bahwa sistem yang dibangun perusahaan untuk metaverse membutuhkan daya komputasi yang sangat besar, yaitu mencapai triliunan operasi per detik.

Bacaan Lainnya

Sebagian besar proyek ini adalah untuk mewujudkan visi metaverse, di mana dikatakan bahwa aplikasi dan produk yang diberdayakan membutuhkan peran AI.

“Kami berharap RSC akan membantu kami membangun sistem AI yang benar-benar baru, yang dapat, misalnya, mendukung terjemahan suara secara real time ke masing-masing orang yang berbicara dengan bahasa yang berbeda,” kata manajer program teknis Kevin Lee dan insinyur perangkat lunak Shubho Sengupta dalam sebuah blog.

Perusahaan penyimpanan data Pure Storage dan pembuat chip Nvidia adalah bagian dari supercluster yang telah dibangun Facebook. Nvidia juga turut mendapat peran untuk mendukung metaverse, dengan produk omniverse-nya disebut sebagai ‘metaverse untuk para insinyur’.

Dikutip dari Venture Beat, RSC saat ini memiliki 760 sistem Nvidia DGX A100 dengan total 6.080 GPU. Meta percaya bahwa iterasi saat ini sudah menjadi salah satu superkomputer AI tercepat di planet ini.

Berdasarkan tolok ukur awal, pihaknya mengklaim RSC dapat menjalankan alur kerja komputer pada umumnya 20 kali lebih cepat. Sistem komunikasi kolektif Nvidia juga diklaim sembilan kali lebih cepat.

Meta mengatakan RSC dapat melatih model pemrosesan bahasa alami skala besar tiga kali lebih cepat. Dengan begitu, AI akan menentukan tindakan, suara atau gambar berbahaya dengan cepat untuk memberantas ujaran kebencian di jagat maya, dikutip Engadget.

Meta mulai mengerjakan proyek ini pada awal 2020, dan menginginkan RSC sebagai medium untuk melatih AI dengan mengolah data hingga ukuran exabyte.

Tahun ini, Meta berencana menambah jumlah GPU di RSC menjadi 16.000. Hal itu dapat meningkatkan kinerja pelatihan AI 2,5 kali lebih cepat dari biasanya.

Dikutip CNet, RSC akan sepenuhnya dibangun pada pertengahan 2022. Saat ini, kekuatan pemrosesan RSC setara dengan superkomputer Perlmutter, yang menduduki peringkat sebagai superkomputer tercepat kelima di dunia.

About Author

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *