
PALU – Nycnews.id. Ratusan mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) memadati halaman depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (25/8). Mereka berusaha masuk ke dalam gedung dewan untuk menyampaikan langsung aspirasi kepada para wakil rakyat.
Dengan mengenakan jas almamater biru khas Untad, mahasiswa bergerombol di depan pintu masuk DPRD. Sebagian terlihat berorasi di atas mobil komando, sementara yang lain duduk di pelataran sembari mengumandangkan yel-yel perlawanan.
Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa karena menilai anggota DPRD Sulteng kurang responsif terhadap persoalan rakyat. Mereka menuntut agar perwakilan dewan segera keluar menemui massa aksi dan membuka ruang dialog terbuka.
“Kami datang bukan untuk membuat kericuhan, tetapi untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Dewan harus berani menemui kami, karena mereka dipilih oleh rakyat, bukan untuk bersembunyi di balik pagar,” teriak salah seorang orator.
Situasi sempat memanas ketika sebagian massa aksi berusaha menerobos pintu utama DPRD. Aparat keamanan yang berjaga langsung memperketat barisan untuk mencegah mahasiswa masuk ke halaman dalam. Meski demikian, aksi berlangsung cukup kondusif dan massa tetap bertahan sambil menunggu anggota dewan keluar.
Hingga berita ini diturunkan, mahasiswa masih bertahan di depan gedung DPRD Sulteng dengan menyuarakan tuntutan agar anggota legislatif segera menemui mereka dan mendengarkan aspirasi yang dibawa.




