
Palu.Nycnews.id. — Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Sulawesi Tengah, Moh. Irwan Lapatta, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka Muktamar ke-IV Perguruan Pencak Silat (PPS) – KTI yang menjadi momentum penting dalam penguatan konsolidasi organisasi dan peningkatan kualitas pembinaan pencak silat berbasis perguruan.
Muktamar yang dihadiri para sesepuh, pendekar, pengurus, dan perwakilan perguruan dari berbagai daerah ini menandai langkah strategis PPS–KTI dalam merumuskan arah baru pembinaan atlet, penyelarasan kurikulum latihan, serta penguatan struktur organisasi secara profesional dan modern.
Dalam sambutannya, Moh. Irwan Lapatta menekankan bahwa PPS–KTI memiliki peran fundamental dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus menjaga marwah dan nilai-nilai luhur pencak silat. Ia menegaskan perlunya sinergi kuat antara perguruan, pengurus daerah, dan IPSI dalam membangun ekosistem olahraga yang kompetitif.
“Muktamar ke-IV PPS–KTI ini adalah momentum penting untuk memperkuat konsolidasi dan merancang strategi pembinaan yang lebih adaptif di era olahraga modern. Perguruan harus menjadi pusat pembinaan yang aktif, inovatif, dan tetap menjunjung tinggi filosofi pencak silat,” ujar Ketua Umum IPSI Sulteng itu.
Lebih jauh, ia mendorong seluruh peserta muktamar untuk mengedepankan musyawarah dan semangat persaudaraan dalam merumuskan keputusan, sehingga PPS–KTI dapat menjadi kekuatan besar dalam mencetak atlet berprestasi di level nasional bahkan internasional.
Penyelenggaraan Muktamar ke-IV PPS–KTI ini diharapkan menjadi pijakan kokoh bagi perguruan dalam memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelatih, serta memperluas program kaderisasi atlet di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.





