
PALU.Nycnews.id. – Dalam rangka memperingati Hari Keselamatan Transportasi Nasional pada 19 September 2025 sekaligus menyambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-69 pada 22 September 2025, PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sulawesi Tengah bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tengah, dan UPT Pendapatan Wilayah I Samsat Palu menggelar doa bersama di Kantor Bersama Samsat Palu, Jumat (19/9).
Kegiatan penuh makna ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor PT Jasa Raharja Wilayah Sulawesi Tengah, Putu Agus Erick Sastra Wirawan, SE., MM., AAAIK, Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Abdul Rahman, SH, Kepala Seksi STNK Ditlantas Polda Sulteng, AKP Mohammad Nai, Kepala UPT Wilayah I Samsat Palu, Yudhiansyah Latjinala, S.Sos., M.A.P., serta Penanggung Jawab Jasa Raharja Samsat Induk Kota Palu, Moh. Afandi Idham Lawido, SH.
Dalam suasana khidmat, doa bersama dipanjatkan sebagai bentuk ikhtiar bersama untuk menghadirkan transportasi yang lebih aman, tertib, dan berkeselamatan di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembagian helm gratis kepada wajib pajak yang taat membayar pajak kendaraannya tepat waktu. Aksi simbolis ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus edukasi pentingnya disiplin dalam berkendara dan berlalu lintas. Menariknya, pembagian helm ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
Kepala Jasa Raharja Sulteng, Putu Agus Erick Sastra Wirawan, menyampaikan bahwa momentum ini menjadi pengingat bahwa keselamatan transportasi bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Doa bersama ini menjadi wujud kepedulian kita semua untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Keselamatan harus menjadi budaya, bukan sekadar kewajiban. Kami juga ingin memberikan apresiasi kepada wajib pajak yang taat, sebab kepatuhan mereka ikut mendukung pembangunan daerah serta mewujudkan transportasi yang lebih tertib,” ungkapnya.
Pesan moral yang disampaikan dari kegiatan ini jelas: disiplin membayar pajak, disiplin berlalu lintas, dan selalu utamakan keselamatan. Helm bukan hanya perlengkapan, melainkan pelindung nyawa; sedangkan doa dan kebersamaan adalah fondasi membangun kesadaran kolektif demi masa depan transportasi yang lebih aman di Indonesia.




