
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Makassar – Fenomena El Nino yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia mulai memberikan dampak nyata terhadap ketersediaan air bersih di berbagai daerah, termasuk di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Musim kemarau yang datang lebih cepat pada tahun 2026 menyebabkan sejumlah wilayah di Makassar masuk dalam status siaga krisis air bersih.
Berdasarkan pemantauan pemerintah daerah dan instansi terkait, sedikitnya enam kecamatan di Kota Makassar diperkirakan akan terdampak dan mengalami penurunan pasokan air bersih akibat musim kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena El Nino.
Enam wilayah tersebut meliputi Kecamatan Tamalanrea, Manggala, Biringkanaya, Panakkukang, Ujung Tanah, dan Tallo. Di beberapa wilayah tersebut, warga mulai merasakan berkurangnya debit air, terutama pada jam-jam tertentu ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.
Pemerintah Kota Makassar bersama instansi terkait saat ini terus melakukan langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah titik terdampak serta mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan bijak selama musim kemarau berlangsung.
Selain itu, pemerintah juga melakukan pemantauan terhadap sumber-sumber air baku dan memastikan distribusi air dari perusahaan daerah air minum tetap berjalan semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Di tengah ancaman kekeringan tersebut, Yayasan Sosial Budi Luhur Makassar memastikan bahwa kebutuhan air di lingkungan yayasan masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Ketua Yayasan Sosial Budi Luhur Makassar, Ong Robert Wongsari saat ditemui ,jumat (24/04/2026) mengatakan pihak yayasan telah mengambil langkah antisipatif sebelum dampak El Nino dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan air yang efisien menjadi salah satu langkah utama yang diterapkan untuk memastikan seluruh aktivitas di lingkungan yayasan tetap berjalan normal tanpa kendala.
“Kami telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi sejak awal, termasuk pengelolaan penggunaan air secara lebih efisien serta memastikan cadangan air tetap tersedia. Hingga saat ini, kebutuhan air di Yayasan Sosial Budi Luhur Makassar masih aman dan seluruh aktivitas berjalan seperti biasa,” ujar Ong Robert Wongsari.
Yayasan yang bergerak di bidang sosial tersebut juga terus melakukan evaluasi terhadap penggunaan air sehari-hari guna mencegah pemborosan di tengah situasi cuaca ekstrem.
Ong Robert turut mengimbau seluruh pengurus dan staf di lingkungan yayasan untuk lebih peduli terhadap penggunaan air dan menjadikannya sebagai bagian dari upaya bersama menghadapi ancaman kekeringan.
“Kami berharap seluruh pihak tetap disiplin dalam menggunakan air. Walaupun kondisi saat ini masih aman, langkah penghematan tetap penting dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan jika musim kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan,” tambahnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan bahwa dampak El Nino masih berpotensi berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap pasokan air permukaan.
Masyarakat di Kota Makassar diimbau untuk tetap waspada, mempersiapkan langkah antisipasi, serta menjaga penggunaan air agar krisis air bersih tidak semakin meluas di tengah musim kemarau tahun ini.




