
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Makassar – Sebuah video yang menampilkan dugaan aktivitas pelangsiran bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU di Kota Makassar tengah ramai beredar di media sosial. Video tersebut memicu perhatian publik karena memperlihatkan praktik yang diduga sebagai distribusi BBM secara tidak wajar.
Menanggapi beredarnya rekaman itu, Andri Ananta Yudhistira selaku Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan memastikan akan menelusuri kebenaran informasi tersebut.
Andri menyampaikan bahwa pihaknya baru mengetahui video tersebut setelah beredar luas di media sosial dan akan segera mempelajarinya lebih lanjut.
“Setelah melihat video yang disampaikan oleh rekan-rekan media, kami akan meminta rekaman video tersebut untuk dianalisis terlebih dahulu sebelum menentukan langkah selanjutnya,” ujar Andri kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa proses penyelidikan akan dimulai dengan memeriksa isi video serta menelusuri lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian. Dalam video yang beredar, aktivitas itu disebut terjadi di salah satu SPBU di Makassar, tepatnya di area depan pabrik Coca-Cola.
Andri menegaskan bahwa kepolisian tidak akan mentolerir adanya pelanggaran dalam distribusi BBM. Apabila dari hasil penyelidikan ditemukan adanya praktik pelangsiran atau kegiatan ilegal lainnya, maka pihaknya akan mengambil tindakan sesuai hukum yang berlaku.
“Jika terbukti ada pelanggaran, tentu akan kami tindak tegas para pelakunya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti dugaan bahwa aktivitas pelangsiran tersebut telah berlangsung cukup lama. Karena itu, masyarakat diminta untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan praktik serupa di lapangan.
“Jika memang kegiatan seperti itu sudah berlangsung lama dan ada laporan dari masyarakat, tentu akan langsung kami tindaklanjuti,” kata Andri.
Selain melakukan analisis terhadap video, Ditkrimsus Polda Sulsel juga akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Andri menambahkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan jajaran di lapangan untuk meningkatkan pengawasan serta melakukan patroli guna mencegah terjadinya praktik distribusi BBM ilegal yang dapat merugikan masyarakat.
“Kami sudah meminta anggota di lapangan untuk memperketat pengawasan dan patroli agar tidak ada lagi aktivitas ilegal terkait BBM yang merugikan masyarakat,” pungkasnya.





