
PARIGI.Nycnews.id — Ancaman kebakaran lahan, kebakaran rumah, hingga dampak angin kencang di musim kemarau tak lagi dianggap sepele. Menyikapi potensi bencana yang kian nyata, Polsek Parigi bersama Satpol PP dan BPBD Kabupaten Parigi Moutong menggelar rapat sektoral lintas instansi sebagai langkah konkret memperkuat kesiapsiagaan dan respon cepat di wilayah Kecamatan Parigi dan sekitarnya.
Rapat strategis tersebut berlangsung pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 11.00 WITA di Ruang Kapolsek Parigi, dipimpin langsung oleh Kapolsek Parigi IPTU Noldy Williams Sualang. Hadir dalam pertemuan itu Plt. Kalaksa BPBD Parigi Moutong Rivai, ST., M.Si, Plt. Kasat Pol PP dan Damkar Dra. Zaitun, jajaran perwira Polsek Parigi, serta personel BPBD, Damkar, dan Satpol PP.
Dalam rapat, para pihak secara terbuka membedah berbagai potensi kerawanan bencana, khususnya kebakaran lahan dan pemukiman padat penduduk yang rawan terjadi akibat cuaca panas ekstrem dan angin kencang. Diskusi mengerucut pada satu kesimpulan: pencegahan harus diperkuat, respon harus dipercepat, dan koordinasi tak boleh terputus.
Kapolsek Parigi IPTU Noldy Williams Sualang menegaskan bahwa bencana, khususnya kebakaran, tidak bisa ditangani secara parsial. Dibutuhkan kekompakan lintas instansi serta peran aktif masyarakat.
“Musim kemarau adalah fase rawan. Satu kelalaian kecil, seperti membakar lahan, bisa berujung bencana besar. Karena itu kami sepakat untuk meningkatkan patroli terpadu, mempercepat respon, dan memperkuat sosialisasi kepada masyarakat. Pencegahan adalah kunci utama,” tegas IPTU Noldy.
Ia juga menekankan bahwa Polsek Parigi tidak akan bekerja sendiri. Sinergi antara Polri, BPBD, Damkar, dan Satpol PP menjadi fondasi utama dalam setiap langkah penanggulangan bencana.
“Kami ingin memastikan, ketika ada kejadian kebakaran atau bencana alam, seluruh unsur sudah siap bergerak cepat. Tidak ada lagi ego sektoral. Keselamatan masyarakat adalah prioritas,” tambahnya.
Hasil rapat menyepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya himbauan intensif larangan membakar lahan, peningkatan patroli di titik rawan, penyiapan sarana dan prasarana pemadam, serta sosialisasi mekanisme pelaporan cepat kepada masyarakat. Selain itu, komunikasi lintas instansi akan terus diperkuat guna memastikan setiap kejadian dapat ditangani secara cepat dan terkoordinasi.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa aparat di Kecamatan Parigi tidak tinggal diam menghadapi ancaman bencana.
Dengan sinergi yang solid dan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan potensi kebakaran dan bencana alam lainnya dapat ditekan sejak dini, sebelum berubah menjadi musibah yang merugikan banyak pihak.




