
Palu.NYCnews.id — Ikatan Alumni (IKA) STM/SMK Negeri 3 Palu terus memperkuat peran strategisnya dalam membangun ekosistem sumber daya manusia unggul melalui diskusi program kemitraan alumni yang berorientasi pada penyerapan potensi generasi muda ke dunia kerja dan dunia usaha.
Forum diskusi strategis ini mempertemukan jajaran pengurus IKA, pihak sekolah, mitra industri, serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam satu visi besar: menciptakan lulusan SMK yang kompeten, berdaya saing, dan memiliki legalitas keterampilan yang diakui secara nasional.
Ketua IKA STM/SMK Negeri 3 Palu menegaskan bahwa alumni tidak hanya menjadi bagian dari sejarah sekolah, tetapi juga harus tampil sebagai pilar masa depan dalam membuka akses peluang kerja, magang, hingga pengembangan kewirausahaan bagi generasi penerus.
“Alumni adalah aset strategis daerah. Dengan jejaring yang tersebar di berbagai sektor industri, pemerintahan, dan dunia usaha, kami siap menjadi jembatan emas bagi adik-adik kami untuk memasuki dunia profesional,” tegasnya.
Diskusi ini juga menjadi ruang strategis dalam mengintegrasikan semangat Program Berani Cerdas, inisiatif unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mendorong pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas SDM, serta penguatan daya saing generasi muda.
Hadir memberikan sambutan sekaligus pemaparan kebijakan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Firmansyah, mengupas secara komprehensif implementasi Program Berani Cerdas yang kini menjadi lokomotif transformasi pendidikan di Sulawesi Tengah.
Firmansyah menegaskan bahwa Berani Cerdas tidak hanya berorientasi pada bantuan pendidikan, tetapi dibangun di atas fondasi nilai-nilai AKHLAK sebagai karakter utama insan pendidikan dan aparatur pemerintah.
“Berani Cerdas bukan sekadar program beasiswa. Ini adalah gerakan peradaban. Kita ingin melahirkan generasi Sulawesi Tengah yang unggul secara intelektual, kuat secara karakter, serta berintegritas dalam moral dan etika,” tegas Firmansyah.
Ia menambahkan, keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh penguatan kompetensi berbasis standar nasional yang dibuktikan melalui sertifikasi resmi.
Dalam konteks tersebut, kehadiran TUK Akselerasi Sulteng menjadi penopang strategis dalam proses sertifikasi kompetensi bagi siswa dan alumni SMK Negeri 3 Palu.
TUK Akselerasi Sulteng berperan sebagai lembaga uji kompetensi yang memberikan pengakuan legal terhadap keterampilan teknis siswa dan alumni, sehingga mereka memiliki sertifikat kompetensi nasional sebagai modal utama memasuki dunia kerja.
“Sertifikasi bukan sekadar formalitas. Ini adalah pengakuan negara terhadap keahlian anak-anak kita. TUK Akselerasi Sulteng menjadi penyangga utama dalam memastikan lulusan kita memiliki legalitas skill yang diakui industri,” jelas Firmansyah.
Melalui sinergi antara sekolah, alumni, dunia industri, pemerintah, dan TUK Akselerasi Sulteng, dibangunlah sistem akselerasi SDM vokasi yang terintegrasi: mulai dari pendidikan, pelatihan, sertifikasi, hingga penempatan kerja.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 3 Palu menyambut baik penguatan peran alumni dan TUK sebagai model kolaborasi pendidikan vokasi yang progresif dan visioner.
“Inilah wajah baru pendidikan vokasi. Lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap bersaing karena memiliki sertifikat kompetensi resmi sebagai legalitas keterampilan,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi dan visi besar membangun generasi emas Sulawesi Tengah, IKA STM/SMK Negeri 3 Palu optimistis mampu menjadi poros penggerak transformasi pendidikan vokasi yang berdaya saing tinggi, berkarakter kuat, tersertifikasi, dan berkelas nasional.




