
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Makassar,– Pemerintah Kota Makassar kembali menandai babak baru dalam tata kelola pendidikan dengan melantik dan mengukuhkan kepala sekolah definitif UPT SPF SD dan SMP Negeri se-Kota Makassar. Prosesi yang dipimpin langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Lapangan Karebosi, Selasa (23/6/2026), menjadi momentum penting setelah pengukuhan serupa tidak terlaksana secara menyeluruh selama kurang lebih satu dekade.
Di hadapan para kepala sekolah yang baru menerima amanah, Munafri menyampaikan apresiasi atas tuntasnya proses penetapan kepala sekolah definitif yang telah lama dinantikan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan sebagai fondasi pembangunan daerah.
Ia menilai kehadiran kepala sekolah definitif menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan arah kebijakan pendidikan di setiap satuan pendidikan berjalan lebih terukur dan berkesinambungan.
“Ini adalah momen yang sangat membahagiakan. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya kita dapat menghadirkan kepala sekolah definitif yang akan menjadi penggerak utama kemajuan pendidikan di Kota Makassar,” ujar Munafri.
Lebih jauh, Munafri menegaskan bahwa posisi kepala sekolah tidak hanya identik dengan kewenangan administratif, tetapi juga mengandung tanggung jawab moral yang besar dalam membentuk generasi masa depan.
Menurutnya, seorang kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin, pengayom, sekaligus teladan yang menjaga integritas lembaga pendidikan yang dipimpinnya.
Ia mengungkapkan, pengukuhan yang dilaksanakan tahun ini memiliki makna tersendiri karena menjadi yang pertama dalam skala besar setelah sekitar 10 tahun.
Selama periode tersebut, berbagai dinamika regulasi dan kebijakan turut memengaruhi proses pengisian jabatan kepala sekolah secara definitif.
“Penantian ini tidak sebentar. Karena itu, yang kita lakukan hari ini bukan sekadar mengisi jabatan, melainkan memastikan sekolah-sekolah di Makassar dipimpin oleh figur yang memiliki kapasitas dan visi yang jelas,” katanya.
Munafri juga memastikan seluruh kepala sekolah yang dikukuhkan telah melewati tahapan seleksi yang ketat dan objektif. Mulai dari pengujian kompetensi, wawancara hingga penelusuran rekam jejak dilakukan untuk memastikan jabatan strategis tersebut diisi oleh figur yang tepat.
“Mereka yang berdiri di sini hari ini adalah hasil dari proses seleksi yang panjang. Mereka adalah pendidik yang dinilai memiliki kemampuan dan kesiapan untuk memimpin satuan pendidikan,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, perhatian khusus juga diberikan terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Munafri mengingatkan seluruh kepala sekolah agar menjaga kredibilitas proses penerimaan siswa dan menutup ruang bagi segala bentuk penyimpangan.
Ia menegaskan tidak boleh ada praktik titipan, intervensi maupun transaksi yang dapat merugikan peserta didik dan mencederai prinsip keadilan dalam dunia pendidikan.
“SPMB harus berjalan sesuai aturan. Tidak boleh ada ruang untuk praktik titip-menitip ataupun transaksi yang mengabaikan hak anak-anak kita memperoleh pendidikan secara adil,” tegasnya.
Untuk itu, ia meminta seluruh sekolah memastikan proses verifikasi dan validasi data calon peserta didik dilakukan secara teliti dan akurat. Transparansi, kata dia, menjadi syarat utama untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan.
Selain persoalan penerimaan siswa baru, Munafri turut menginstruksikan pembenahan data kepegawaian dan data guru di seluruh sekolah. Ketersediaan data yang valid dinilai penting dalam mendukung berbagai kebijakan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Ia juga meminta para kepala sekolah mengawal pelaksanaan program prioritas pemerintah, termasuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, inklusif serta bebas dari perundungan.
“Tidak boleh ada anak Makassar yang kehilangan kesempatan untuk bersekolah. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Dalam arahannya, Munafri turut menyoroti pentingnya membangun budaya peduli lingkungan sejak dini. Ia mendorong sekolah untuk menjadikan pemilahan sampah dan penghijauan sebagai bagian dari pembelajaran karakter bagi peserta didik.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan positif yang akan dibawa anak-anak hingga dewasa.
Di sisi lain, Munafri kembali mengingatkan agar kegiatan sekolah tidak menjadi beban tambahan bagi orang tua siswa. Ia meminta sekolah menghindari penyelenggaraan acara perpisahan maupun kegiatan lain yang membutuhkan biaya besar.
“Pendidikan harus memberi kemudahan, bukan menambah beban bagi masyarakat,” katanya.
Sebagai upaya memperkuat koordinasi dan pengawasan, Pemerintah Kota Makassar berencana menggelar forum evaluasi rutin setiap bulan bersama seluruh kepala sekolah SD dan SMP. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang komunikasi untuk membahas berbagai tantangan pendidikan sekaligus merumuskan langkah-langkah perbaikan secara bersama.
Mengakhiri sambutannya, Munafri menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh kepala sekolah yang baru dikukuhkan. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh dedikasi demi melahirkan generasi unggul yang akan membawa Kota Makassar menuju masa depan yang lebih baik.
“Jalankan amanah ini dengan sungguh-sungguh. Jadilah pemimpin yang menginspirasi dan hadirkan perubahan nyata bagi dunia pendidikan kita,” pungkasnya.







