
Jurnal NYCNews |Renny Van Gobel
Makassar – Komitmen Korlantas Polri dalam membangun sistem lalu lintas yang modern dan transparan kini semakin nyata. Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H., turun langsung ke Ditlantas Polda Sulawesi Selatan untuk memastikan transformasi digital Polantas berjalan sesuai arah kebijakan nasional, Senin (10/11/2025),
Dalam konferensi pers yang digelar di Makassar, Brigjen Faizal menegaskan bahwa digitalisasi di tubuh Polantas bukan sekadar modernisasi perangkat, melainkan perubahan menyeluruh terhadap cara kerja dan pola pelayanan publik.
“Transformasi digital ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang membangun kepercayaan publik melalui sistem penegakan hukum yang bersih, cepat, dan transparan,” ujarnya.
Salah satu fokus utama dalam transformasi ini adalah penguatan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Polda Sulsel kini mengoperasikan berbagai jenis ETLE, mulai dari kamera statis di titik-titik strategis, perangkat mobile yang menempel di kendaraan patroli, hingga handheld digital yang digunakan langsung petugas di lapangan.
Dalam hitungan jam, ribuan pelanggaran dapat terekam otomatis, mulai dari pengendara tanpa helm, melawan arus, hingga penggunaan pelat nomor palsu. Seluruh data pelanggaran terintegrasi ke pusat data (back office) dan diproses secara elektronik tanpa interaksi langsung antara petugas dan pelanggar.
“Dengan sistem ini, setiap pelanggaran bisa terekam akurat dan ditindak secara objektif. Ini adalah bentuk nyata reformasi pelayanan publik,” jelas Faizal.
Selain ETLE, Polantas juga telah dilengkapi dengan bodycam, speed meter, sound level meter, hingga drone pemantau lalu lintas. Tahun depan, Korlantas berencana menambah unit ETLE portable di Sulsel agar pengawasan di titik rawan bisa dilakukan lebih fleksibel dan efektif.
Korlantas Polri tidak berhenti pada sistem pengawasan, tetapi juga memperkuat aspek investigasi kecelakaan lalu lintas. Ditlantas Polda Sulsel kini memiliki Leica 3D Laser Scanner dan Faro 3D Laser Scanner teknologi canggih yang mampu merekonstruksi lokasi kecelakaan dengan presisi tinggi berbasis data tiga dimensi.
“Pendekatan saintifik ini membuat analisis penyebab kecelakaan jauh lebih akurat. Penegakan hukum harus berbasis data, bukan dugaan,” kata Brigjen Faizal.
Meski angka fatalitas kecelakaan di Sulsel mulai menurun, data Korlantas mencatat rata-rata 72 korban meninggal dunia per bulan masih terjadi di wilayah ini. Kondisi tersebut menjadi dorongan bagi kepolisian untuk terus berinovasi sekaligus menggandeng masyarakat dalam menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas.
Melalui program “Polantas Menyapa”, Korlantas mengedepankan edukasi dan komunikasi publik sebagai sarana memperkuat kesadaran berlalu lintas.
“Kami ingin kesadaran muncul karena pemahaman, bukan karena rasa takut pada sanksi. Teknologi hanyalah alat kuncinya ada di kesadaran masyarakat,” tegasnya.
Selain fokus pada digitalisasi, Brigjen Faizal juga menaruh perhatian besar terhadap maraknya balap liar di beberapa titik di Sulawesi Selatan. Mantan Dirlantas Polda Sulsel itu menegaskan, praktik tersebut bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman nyata bagi keselamatan publik.
“Kami tidak akan kompromi terhadap pelaku balap liar. Sulsel harus menjadi wilayah yang bebas dari aktivitas berbahaya semacam ini,” ujarnya.
Penindakan terhadap balap liar dilakukan dengan kombinasi patroli manual dan pemanfaatan ETLE, disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Polda Sulsel juga melibatkan komunitas motor dan organisasi kepemudaan untuk ikut mengedukasi generasi muda agar tidak terjerumus dalam aksi ugal-ugalan di jalan.
Dalam kunjungannya ke Makassar, Brigjen Faizal turut meninjau perangkat ETLE di Jalan AP Pettarani yang sempat mengalami gangguan pascakerusuhan pada Agustus lalu. Tim teknis Korlantas yang beranggotakan tujuh personel diturunkan untuk memperbaiki sistem agar kembali berfungsi optimal menjelang pelaksanaan Operasi Zebra dan Operasi Lilin Nataru.
“Selama perbaikan, titik tersebut kami jaga 24 jam. Tidak boleh ada celah bagi pelanggaran,” tandasnya.
Menutup kegiatan, Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel, Kombes Pol. Karsiman, mengajak seluruh lapisan masyarakat dan media untuk berperan aktif mendukung transformasi digital yang sedang dijalankan kepolisian.





