Rekayasa Lalin May Day Situasional, Polisi Siapkan Skema Urai Macet

Ilustrasi aksi massa buruh. Polisi menyatakan rekayasa lalu lintas saat kegiatan peringatan hari buruh atau May Day di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada Sabtu (14/5) dilaksanakan secara situasional.

Jurnal NYCNews | Rekayasa Lalin May Day Situasional, Polisi Siapkan Skema Urai Macet

Jakarta, NYCNews.id – Polisi menyatakan rekayasa lalu lintas saat kegiatan peringatan hari buruh atau May Day di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada Sabtu (14/5) dilaksanakan secara situasional.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan polisi telah menyiapkan sejumlah skema untuk mengantisipasi kemacetan akibat aksi tersebut.

Bacaan Lainnya

“GBK tidak kami tutup, kecuali pada saatnya nanti terjadi stuck baru akan kami adakan pengalihan lalu lintas,” kata Sambodo kepada wartawan, Jumat (13/5).

Sambodo mengatakan salah satu skema yang disiapkan yaitu mengalihkan arus lalu lintas ke arah Pakubuwono. Upaya itu dilakukan jika kawasan Sudirman-Thamrin dipadati massa buruh.

“Misalnya Sudirman Thamrin padat sekali, nanti yang dari arah Sisingamangara kami akan belokan ke Pakubuwono,” jelas dia.

Ia melanjutkan, arus lalu lintas juga bisa diarahkan ke kawasan Kuningan dan Tendean.

Kemudian, polisi akan mengupayakan kendaraan dari arah Semanggi tidak berbelok ke arah GBK.

Sambodo juga meminta warga menghindari depan gedung DPR, terutama pada pagi hari. Sebab, menurut rencana, massa buruh akan menggelar aksi terlebih dahulu di depan gedung DPR.

Sementara itu, bus-bus yang mengangkut massa akan diparkir di GBK. Massa buruh akan menggelar May Day Fiesta di GBK setelah menggelar aksi di depan gedung DPR.

“Sebaiknya warga Jakarta dari pagi tidak berolahraga di GBK. Karena dari pagi massa buruh sudah akan datang, kurang lebih ada seribuan bus yang akan masuk ke GBK,” jelasnya.

Sambodo mengatakan polisi akan menggunakan tiga pintu masuk untuk mengurai kepadatan massa yang mendatangi kawasan GBK.

Polisi pun mengklasifikasikan sejumlah daerah asal kedatangan massa untuk menentukan titik kantung parkir bagi kendaraan mereka.

Ia merincikan, massa yang berasal dari Jawa Barat akan diarahkan untuk menempatkan kendaraan di Parkir Timur. Kemudian, massa dari Provinsi DKI Jakarta akan ditempatkan di Ring Road area GBK.

Sedangkan, massa yang berasal dari wilayah Banten dan Tangerang akan ditempatkan di cekungan Asia Afrika. Lalu, pengendara sepeda motor dapat memarkirkan kendaraan di lapangan parkir lapangan ABC dan akuatik.

“Sedangkan untuk kendaraan pribadi kita akan tempatkan di lapangan parkir Istora,” katanya.

Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengklaim kegiatan peringatan May Day ini akan diikuti lebih dari 50.000 buruh.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) itu menuturkan massa buruh membawa 18 tuntutan. Beberapa tuntutan yaitu, menolak omnibus law RUU Cipta Kerja, mendesak pemerintah menurunkan harga bahan pokok, dan mendesak pemerintah dan DPR mengesahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT).

About Author

Pos terkait