
PARIGI MOUTONG.Nycnews.id– Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA, mengakibatkan sejumlah rumah warga di Kecamatan Torue mengalami kerusakan. Meski demikian, hasil pendataan yang dilakukan aparat kepolisian bersama pemerintah desa memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Merespons kejadian tersebut, jajaran Polsek Torue bergerak cepat melakukan monitoring dan pendataan di seluruh desa yang berada di wilayah Kecamatan Torue guna memastikan kondisi masyarakat serta mengidentifikasi dampak kerusakan akibat gempa.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, kerusakan ditemukan di Desa Torue dan Desa Tolai. Sementara desa lainnya, seperti Tanalanto, Astina, Purwosari, Tolai Barat, dan Tolai Timur, dilaporkan tidak mengalami dampak signifikan.
Di Desa Torue, sejumlah kerusakan yang tercatat antara lain ambruknya pagar batako sepanjang sekitar 25 meter milik warga, retaknya beberapa dinding rumah, robohnya tembok samping bangunan, serta kerusakan pada dinding dan jendela rumah berbahan kayu. Selain itu, terdapat pula dinding dapur dan tembok belakang rumah warga yang roboh akibat kuatnya guncangan gempa.
Sementara itu, di Desa Tolai, satu unit rumah warga mengalami kerusakan pada dinding tembok dapur yang roboh sepanjang kurang lebih delapan meter. Total kerugian material akibat kerusakan sejumlah bangunan tersebut diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Kapolsek Torue, IPTU Ramlin, mengatakan bahwa pihaknya langsung turun ke lapangan sesaat setelah menerima informasi terjadinya gempa untuk memastikan kondisi masyarakat dan melakukan pendataan terhadap bangunan yang terdampak.
“Begitu terjadi gempa, personel Polsek Torue bersama unsur terkait segera melakukan pengecekan dan pendataan di lokasi-lokasi terdampak. Alhamdulillah, hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka. Kerusakan yang terjadi umumnya berupa kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan rumah warga,” ujar IPTU Ramlin.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG, serta selalu mengutamakan keselamatan. Polsek Torue akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” tambahnya.
Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kecamatan Torue terpantau aman dan terkendali. Aparat kepolisian bersama pemerintah setempat masih terus melakukan monitoring guna mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan pascagempa yang mengguncang wilayah tersebut.



