
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Makassar – Pelaksanaan Operasi Lilin Pallawa 2025 oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Selatan mencatat berbagai capaian positif, khususnya dalam peningkatan keselamatan dan ketertiban lalu lintas selama momentum Natal dan Tahun Baru. Salah satu hasil menonjol adalah penurunan signifikan penindakan tilang konvensional hingga 34 persen.
Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol Karsiman melalui Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sulsel AKBP Dr. Amin Toha, SH, MH menyampaikan bahwa selama 14 hari operasi, terhitung sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, Satgas Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) berhasil mengoptimalkan langkah preemtif, preventif, hingga penegakan hukum di seluruh wilayah hukum Polda Sulsel.
“Pada aspek pendidikan masyarakat lalu lintas atau Dikmas Lantas (preemtif), terjadi lonjakan kegiatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar AKBP Amin Toha, Sabtu (3/1).
Ia menjelaskan, kegiatan bimbingan dan penyuluhan (binluh) yang pada 2024 tidak tercatat, meningkat tajam menjadi 19.482 kegiatan pada 2025. Sementara itu, penyuluhan langsung kepada masyarakat (penluh) mengalami kenaikan sebesar 48,7 persen, dari 42.725 kegiatan menjadi 63.542 kegiatan. Pemasangan dan penyebaran media keselamatan lalu lintas juga melonjak hingga 136,6 persen dengan total 64.254 kegiatan.
Di bidang preventif, Ditlantas Polda Sulsel turut mengintensifkan pengamanan dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Sterilisasi tempat ibadah tercatat sebanyak 3.236 kali, koordinasi dengan pengelola objek wisata mencapai 3.056 kali, serta koordinasi pengamanan perayaan malam Tahun Baru dilakukan sebanyak 1.834 kali.
“Untuk kegiatan pengaturan, penjagaan, dan patroli di lokasi ibadah, kawasan wisata, serta pusat perayaan malam pergantian tahun, tercatat sebanyak 19.853 kegiatan. Seluruhnya menunjukkan peningkatan 100 persen dibandingkan tahun 2024,” tegasnya.
Pada aspek penegakan hukum (gakkum), penindakan berbasis teknologi melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mengalami lonjakan signifikan sebesar 245,6 persen, dari 1.613 pelanggaran pada 2024 menjadi 5.574 pelanggaran pada 2025.
“Tilang konvensional menurun drastis hingga nyaris tidak dilakukan. Sementara tindakan berupa teguran juga mengalami penurunan sebesar 34 persen. Hal ini mencerminkan pergeseran pendekatan penegakan hukum yang lebih mengedepankan teknologi serta upaya preventif,” tambah AKBP Amin Toha.
Sementara itu, data kecelakaan lalu lintas menunjukkan jumlah kejadian meningkat sebesar 28 persen, dari 228 kasus pada 2024 menjadi 292 kasus pada 2025. Meski demikian, jumlah korban meninggal dunia justru mengalami penurunan sebesar 5 persen, dari 21 orang menjadi 20 orang.
Adapun jumlah korban luka berat dan luka ringan mengalami peningkatan, seiring dengan kenaikan kerugian materiil sebesar 129 persen yang mencapai Rp721.150.000.
“Hasil pelaksanaan Operasi Lilin Pallawa 2025 ini akan menjadi bahan evaluasi strategis guna memperkuat kebijakan keselamatan lalu lintas ke depan, khususnya dalam menekan angka fatalitas kecelakaan di wilayah Sulawesi Selatan,” pungkasnya. (*)






