
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Makassar – Komitmen dalam membangun generasi muda yang siap bersaing di tingkat internasional kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan LIA Conference 2026 yang digelar oleh LB LIA Makassar di Trans Studio Mall Makassar, Minggu (31/5/2026).
Kegiatan tahunan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris, berpikir kreatif, serta mempresentasikan berbagai proyek inovatif yang mengangkat identitas dan kearifan lokal Kota Makassar kepada dunia internasional.
Acara tersebut dihadiri oleh unsur Pemerintah Kota Makassar, pengelola LB LIA Indonesia, tenaga pendidik, orang tua siswa, serta peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
Mewakili Wali Kota Makassar, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemerintah Kota Makassar, H. Akhmad Namsun, S.Ag., M.M., menyampaikan apresiasi atas konsistensi LB LIA dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan bahasa Inggris.
Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki generasi muda untuk menghadapi persaingan global menuju Indonesia Emas 2045.
“Pemerintah Kota Makassar sangat mengapresiasi LB LIA yang selama ini konsisten mencerdaskan anak-anak melalui penguatan kemampuan bahasa Inggris. Di tengah perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang begitu pesat, kemampuan berbahasa Inggris menjadi fondasi penting agar generasi muda mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan, termasuk LB LIA, dalam memperkuat pendidikan bahasa bagi anak-anak Makassar sejak usia dini.
Menurut Ahmad Namsun, pengenalan bahasa Inggris sejak tingkat PAUD hingga SMP merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan global.
“LB LIA telah menjadi salah satu lembaga yang berkontribusi besar dalam melahirkan anak-anak Makassar yang mampu bersaing dalam dunia pendidikan, dunia kerja, maupun berbagai kompetisi internasional. Kami berharap LIA terus eksis dan menjadi rumah pembelajaran bahasa Inggris yang melahirkan generasi unggul bagi Kota Makassar,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Ahmad Namsun secara resmi membuka LIA Conference 2026 yang ditandai dengan pernyataan pembukaan kegiatan pada pukul 13.00 WITA.
Sementara itu, Direktur LB LIA Indonesia, Selestin Zainuddin, S.Si., M.Hum., menegaskan bahwa konferensi ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bentuk apresiasi terhadap proses belajar yang telah ditempuh para peserta.
“Hari ini kita tidak hanya berkumpul untuk belajar, tetapi juga merayakan hasil dari proses pembelajaran yang telah dijalani. Bahasa bukan hanya tentang tata bahasa dan kosakata, melainkan jendela untuk melihat dunia yang lebih luas serta sarana untuk mempersiapkan masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembelajaran bahasa merupakan perjalanan yang berlangsung sepanjang hayat. Karena itu, setiap peserta yang tampil dalam konferensi telah menunjukkan keberanian dan komitmen untuk terus berkembang.
Salestin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan tenaga pendidik yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan konferensi tersebut.
Ketua Panitia LIA Conference 2026 sekaligus Kepala Cabang LB LIA Sam Ratulangi Makassar, Raka Isham Ramadhan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan program tahunan yang dirancang untuk mengantarkan siswa pada tahap lanjutan dalam penguasaan bahasa Inggris.
Berbeda dengan lomba presentasi pada umumnya, peserta tidak hanya dituntut menyampaikan gagasan dalam bahasa Inggris, tetapi juga harus mempertahankan ide mereka melalui sesi tanya jawab langsung layaknya presentasi profesional di hadapan para praktisi dan pimpinan perusahaan.
“Anak-anak kami latih untuk tampil seperti seorang CEO. Mereka harus mampu mempresentasikan proyek yang dibuat, menjawab pertanyaan, serta mempertahankan gagasannya menggunakan bahasa Inggris secara aktif,” jelasnya.
Pada LIA Conference 2026, para peserta ditantang mengembangkan permainan digital yang mampu memperkenalkan budaya dan identitas Kota Makassar kepada masyarakat dunia. Melalui proyek tersebut, siswa mengangkat berbagai unsur budaya lokal seperti kuliner khas Coto Makassar, aksara Lontara, hingga kekayaan budaya Sulawesi Selatan dalam bentuk game digital yang dapat diakses secara global.
Sebanyak 57 peserta mengikuti kategori kompetisi utama, sementara lebih dari 580 siswa terlibat dalam kegiatan presentasi reguler yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Para pemenang terbaik dari tiga kategori, yakni tingkat SD Kelas 3, SD Kelas 5, dan SMP, akan memperoleh kesempatan mengikuti program edukasi internasional ke Singapura selama empat hari tiga malam.
Menurut Raka, program ini telah berjalan secara konsisten sejak tahun 2020 dan mulai menunjukkan dampak nyata terhadap perkembangan peserta. Salah satu alumni konferensi yang selama enam tahun aktif mengikuti kegiatan tersebut bahkan harus absen tahun ini karena mendapat kesempatan mewakili Makassar dalam ajang Olimpiade Sains Internasional.
“Itulah tujuan utama konferensi ini. Bukan sekadar mencari juara hari ini, tetapi membangun keberanian, kemampuan komunikasi, dan mental kompetitif yang akan terlihat hasilnya lima hingga sepuluh tahun ke depan,” ujarnya.
Lebih jauh, LB LIA Makassar menargetkan agar program tersebut dapat diperluas ke seluruh sekolah dasar di Kota Makassar, termasuk sekolah negeri, sehingga semakin banyak siswa yang mendapatkan kesempatan mengembangkan kemampuan komunikasi dan berpikir global sejak usia dini.
Melalui LIA Conference 2026, LB LIA Makassar menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan bahasa yang tidak hanya mengajarkan kemampuan linguistik, tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, kreativitas, dan daya saing generasi muda di tengah tantangan dunia yang semakin kompetitif.
Dengan dukungan pemerintah, tenaga pendidik, serta orang tua, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan generasi Makassar yang mampu tampil percaya diri dan berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional menuju Indonesia Emas 2045

