
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi utama dalam menjawab tantangan organisasi kepolisian yang semakin dinamis. Berangkat dari semangat tersebut, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., secara resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sulsel Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Hotel Harper, Makassar, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan strategis tersebut dihadiri Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum., para Pejabat Utama Polda Sulsel, serta personel perwakilan dari satuan kerja Mapolda Sulsel dan jajaran Polres sebagai forum untuk menyatukan langkah dalam memperkuat pengelolaan SDM di lingkungan Polri.
Dalam arahannya, Kapolda Sulsel menegaskan bahwa tema Rakernis SDM Tahun 2026, “SDM Unggul, Polri Presisi, RKP 2026 Aman dan Sukses”, bukan sekadar slogan, melainkan refleksi atas besarnya tantangan yang akan dihadapi Polri pada masa mendatang.
Menurutnya, seiring pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2026, fungsi SDM memiliki posisi yang sangat strategis sebagai fondasi utama dalam menggerakkan roda organisasi Polri. Karena itu, pengelolaan sumber daya manusia harus terus diperkuat agar mampu melahirkan personel yang profesional, adaptif, dan berintegritas.
Kapolda menekankan bahwa sumber daya manusia merupakan aset paling berharga dalam institusi kepolisian. Terwujudnya Polri yang Presisi sangat ditentukan oleh kualitas personel yang memiliki kompetensi tinggi, integritas yang kokoh, serta etika profesi yang kuat.
Ia juga menegaskan bahwa fungsi SDM harus terus bertransformasi, tidak hanya menjalankan peran administratif, tetapi berkembang menjadi mitra strategis yang proaktif dalam pengembangan karier, peningkatan kesejahteraan, hingga pengelolaan talenta personel di lingkungan Polda Sulsel.
Selain itu, peningkatan kapasitas SDM, perhatian terhadap kesejahteraan dan kesehatan mental personel, serta penguatan integritas dan keteladanan menjadi fokus penting yang harus terus dikedepankan demi mendukung terciptanya organisasi Polri yang profesional, modern, dan berdaya saing.
Menutup arahannya, Kapolda Sulsel berharap Rakernis SDM 2026 mampu menjadi ruang evaluasi sekaligus menghasilkan berbagai terobosan dan langkah strategis untuk menjawab tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.
“Melalui Rakernis ini, saya harap seluruh pengemban fungsi SDM mampu menghasilkan langkah-langkah strategis yang konkret guna mendukung terwujudnya Polri yang Presisi serta keberhasilan pelaksanaan Rapat Kerja Teknis Tahun 2026,” tegas Kapolda.





