
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
MAKASSAR — Membangun keamanan dan ketertiban masyarakat tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan komunikasi, kepedulian, dan keterlibatan aktif warga. Semangat inilah yang menjadi landasan Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., saat menggelar kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat di Hotel Grand Puri Perintis, Rabu (21/10/2026).
Didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sulsel, Kapolda bertemu langsung dengan ratusan warga Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Pertemuan tersebut dihadiri tokoh masyarakat, ketua RT/RW, serta anggota Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara kepolisian dan masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi, keluhan, serta masukan warga terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan mereka.
Melalui komunikasi langsung tersebut, Polda Sulsel mendorong terbangunnya hubungan yang lebih terbuka antara polisi dan masyarakat. Dengan demikian, berbagai persoalan keamanan dapat dikenali lebih awal dan ditangani melalui kerja sama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, Kapolda Sulsel menegaskan bahwa menjaga kamtibmas bukan semata-mata menjadi tugas kepolisian. Partisipasi masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
Menurutnya, kepedulian terhadap keamanan harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga, kemudian berkembang ke lingkungan tempat tinggal dengan melibatkan tokoh masyarakat dan berbagai unsur terkait.
Kapolda juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mendidik, membimbing, dan mengawasi anak-anak di tengah berbagai tantangan pergaulan. Perhatian keluarga dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kenakalan remaja, aksi tawuran, serta perilaku menyimpang yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Karena itu, orang tua diharapkan membangun komunikasi yang baik dengan anak, mengenali lingkungan pergaulannya, serta mengetahui aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Penanaman nilai kedisiplinan dan tanggung jawab sejak dini juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Selain peran keluarga, kepedulian warga terhadap kondisi lingkungan sekitar perlu terus ditumbuhkan. Masyarakat diharapkan tidak bersikap acuh terhadap potensi gangguan keamanan, melainkan membangun komunikasi dengan aparat setempat agar setiap persoalan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Keterlibatan tokoh masyarakat, ketua RT/RW, dan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat juga menjadi bagian penting dalam memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan pola penyelesaian masalah yang lebih cepat, tepat, dan mengedepankan kepentingan bersama.
Kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat ini sekaligus mencerminkan semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, yakni membangun kedekatan antara Polri dan warga, memperkuat kepercayaan publik, serta menumbuhkan kesadaran bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama.
Melalui pendekatan yang humanis dan persuasif, Polda Sulsel berharap komunikasi antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat. Dengan terbukanya ruang dialog dan meningkatnya kepedulian bersama, berbagai persoalan di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan secara bijaksana demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kota Makassar.


