
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Makassar – Ribuan warga Kecamatan Manggala tumpah ruah di Lapangan Kantor Camat Manggala, Kamis (21/8/2025), dalam pesta rakyat peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Suasana penuh semangat kebersamaan ini dihadiri langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Makassar Hj. Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Hj. Melinda Aksa, Sekda Andi Zulkifli Nanda, unsur Tripika, lurah, tokoh agama, tokoh pemuda,dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa pembangunan Kota Makassar akan dilakukan secara merata di semua kecamatan, termasuk Manggala yang menurutnya memiliki peran penting dalam perjalanan kepemimpinannya.
“Kecamatan Manggala ini tiga kali memberikan saya kemenangan dalam setiap pemilihan. Karena itu, pembangunan di sini harus kita dorong agar lebih adil dibandingkan daerah lain,” tegas Munafri.
Sebagai bukti komitmen pemerataan, Munafri mengungkapkan bahwa Pemkot telah menyiapkan lahan hampir 4 hektare di Manggala untuk dijadikan ruang publik. Area tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas jogging dan olahraga lainnya.
“Lahan ini kita kembalikan untuk masyarakat. Bisa dipakai untuk olahraga, jogging, dan kegiatan sosial, agar warga Manggala punya ruang terbuka yang nyaman untuk berinteraksi,” jelasnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Munafri menekankan pentingnya pengelolaan sampah berbasis kolaborasi. Ia mengingatkan bahwa menjaga kebersihan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya ditanggung pemerintah. Kita butuh kolaborasi masyarakat agar kebersihan dan kesehatan lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.
Wali Kota juga mengingatkan aparat kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW untuk proaktif menghadapi musim hujan dengan membersihkan saluran air agar banjir dapat dicegah.
Camat Manggala, Andi Eldi Indra Malka, dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemkot. Ia menegaskan bahwa pihaknya bersama masyarakat siap mendukung program-program kota, terutama di bidang ketahanan pangan.
“Kami tidak hanya fokus pada kebersihan dan penataan lingkungan, tetapi juga mengembangkan urban farming di berbagai titik. Program ini terbukti membantu masyarakat memperoleh tambahan pangan sekaligus memperindah lingkungan,” jelas Eldi.
Menurutnya, urban farming bukan sekadar solusi kebutuhan pangan perkotaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat semangat gotong royong.
“Semangat juang 45 harus kita wujudkan dengan kerja nyata. Urban farming adalah wujud kemandirian sekaligus dukungan nyata bagi program Pak Wali Kota,” tambahnya.
Eldi menegaskan bahwa kekompakan masyarakat Manggala – dari tokoh agama, pemuda, perempuan, hingga kader PKK – adalah modal sosial terbesar dalam membangun wilayah.
Acara yang berlangsung meriah ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Makassar Hj. Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Hj. Melinda Aksa, Sekda Andi Zulkifli Nanda, unsur Tripika, lurah, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga ribuan warga yang antusias.
Pesta rakyat Manggala tak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Makassar yang lebih bersih, sehat, dan berdaya saing.







