
JAKARTA.Nycnews.id — Enam pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Tengah mengikuti Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Keenam pengurus KADIN Sulteng tersebut yakni Ir. Kristian Seleng, Mujib Abdul Karim, Mashuri A. Rahim, Andi Ahmad, Fais Arfianto, dan Moh. Fadli Panende.
Ketua Umum KADIN Sulawesi Tengah, Ir. Gufran Ahmad, turut mengunjungi keenam pengurus tersebut di Gedung Lemhannas RI. Dalam kesempatan itu, Gufran menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas keikutsertaan para pengurus KADIN Sulteng dalam program strategis tersebut.
Menurut Gufran, keikutsertaan dalam PPNK menjadi momentum penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan, kapasitas kepemimpinan, serta pemahaman terhadap berbagai tantangan strategis bangsa, khususnya dari perspektif dunia usaha.
“Pengusaha hari ini tidak cukup hanya kuat secara bisnis. Pengusaha juga harus memiliki wawasan kebangsaan, memahami nilai-nilai kebangsaan dan mampu melihat bagaimana dunia usaha dapat menjadi bagian dari solusi pembangunan bangsa,” ujar Gufran.
Ia menegaskan, dunia usaha memiliki posisi strategis dalam memperkuat perekonomian sekaligus mendukung ketahanan nasional. Karena itu, KADIN Sulteng terus mendorong peningkatan kapasitas, kompetensi, dan kualitas kepemimpinan para pengurusnya.
Gufran menilai nilai-nilai kebangsaan harus menjadi fondasi dalam menjalankan aktivitas dunia usaha, terlebih di tengah derasnya arus investasi, perkembangan industri, dinamika geopolitik, serta tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.
“Kami ingin pengusaha Sulawesi Tengah tidak hanya berpikir tentang bagaimana membangun bisnis, tetapi juga bagaimana bisnis tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, membuka lapangan kerja, memperkuat pengusaha lokal dan ikut menjaga kepentingan nasional,” katanya.
Ia berharap, setelah mengikuti PPNK Lemhannas RI, keenam pengurus tersebut mampu membawa pengetahuan, wawasan, dan perspektif baru untuk memperkuat organisasi serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan Sulawesi Tengah.
“PPNK ini merupakan investasi sumber daya manusia dan investasi kepemimpinan. Kami berharap nilai-nilai yang diperoleh dapat diterapkan dalam menjalankan organisasi, membangun dunia usaha dan memberikan kontribusi bagi daerah serta bangsa,” tegasnya.
Gufran menambahkan, KADIN Sulteng akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, TNI, Polri, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna menciptakan iklim usaha yang sehat, produktif, inklusif, dan berkelanjutan.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat peran dunia usaha dalam pembangunan nasional.
“KADIN harus menjadi rumah bersama bagi dunia usaha sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Pengusaha harus menjadi bagian dari kekuatan pembangunan nasional,” pungkas Gufran.


