
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
MAKASSAR — Musyawarah Daerah (Musda) XV DPD Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi dan kolaborasi dengan pemerintah dalam mendukung percepatan program 3 juta rumah.
Musda yang digelar di Hotel Claro Makassar, Rabu (7/10/2026), mengusung tema “Soliditas dan Kolaborasi REI dalam Mendukung Percepatan Program 3 Juta Rumah” sekaligus menjadi forum pemilihan Ketua DPD REI Sulsel periode 2026-2029.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengapresiasi pelaksanaan Musda tersebut dan menilai sektor properti memiliki kontribusi penting terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Makassar pada triwulan terakhir meningkat dari 6,61 persen menjadi 7,04 persen.
Menurut Munafri, pembangunan perumahan harus berjalan seimbang dengan penyediaan fasilitas publik. Ia mendorong REI dan pemerintah menyusun rasio pembangunan hunian yang diikuti pembangunan sekolah, puskesmas, serta infrastruktur pendukung lainnya.
“Permukiman harus tumbuh disertai dengan infrastruktur tambahan seperti sekolah dan puskesmas,” kata Munafri.
Ia mencontohkan kawasan Barombong yang perkembangan permukimannya belum sepenuhnya diimbangi ketersediaan fasilitas pendidikan. Karena itu, kolaborasi pemerintah dan pengembang dinilai penting agar kawasan hunian dapat berkembang secara terpadu.
Ditempat yang sama, Ketua Umum DPP REI Joko Suranto mengatakan Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis dalam mendukung program 3 juta rumah karena pertumbuhan ekonomi dan perannya sebagai salah satu wilayah utama Indonesia Timur.
Joko menyebut realisasi DPD REI Sulsel hingga September 2026 berada di posisi kedua tertinggi secara nasional. Sementara kebutuhan hunian di Sulsel masih besar dengan backlog sekitar 428 ribu unit.
“Artinya, potensi, peluang, dan masa depan usaha kita di Sulawesi Selatan ini sangat besar,” ujarnya.
Meski demikian, Joko mengingatkan pengembang harus mampu menghadapi perlambatan sektor properti, dinamika kebijakan, hingga risiko geopolitik. Mitigasi risiko, keterbukaan terhadap perubahan, dan komunikasi dengan pemerintah menjadi strategi penting untuk menjaga keberlanjutan usaha.
Ia juga menilai Musda merupakan momentum memperbarui kapasitas organisasi agar lebih adaptif terhadap perubahan. Menurutnya, mekanisme musyawarah mufakat dalam pemilihan kepengurusan merupakan bentuk konsolidasi dan kedewasaan organisasi.
“Musyawarah mufakat tidak mengurangi bobotnya. Bahkan bisa membawa energi yang lebih terkonsolidasi,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD REI Sulsel Dr. Ir. Sudarman Supardi, MT, menegaskan komitmen REI memperkuat sinergi dengan pemerintah, perbankan, mitra usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung pembangunan perumahan.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat penyediaan hunian sekaligus menjaga pertumbuhan industri properti di Sulsel.
Rangkaian Musda XV juga diisi kerja sama DPP REI dengan Universitas Muslim Indonesia (UMI) melalui penandatanganan nota kesepahaman untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia di sektor properti.
Sebelumnya, DPD REI Sulsel bersama PT GMTD Tbk juga menggelar aksi penanaman pohon di kawasan Tanjung Bunga, Makassar, sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan yang memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
Musda XV DPD REI Sulsel diharapkan menghasilkan kepengurusan yang mampu memperkuat soliditas dan kolaborasi, sekaligus meningkatkan kontribusi REI dalam mendukung percepatan program 3 juta rumah di Sulawesi Selatan.



