
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Makassar -Beredarnya sebuah rekaman di media sosial kerap memunculkan beragam penafsiran, terutama ketika percakapan di dalamnya menjadi perhatian publik. Hal ini turut mewarnai polemik video siaran langsung owner Fenny Frans yang beredar sejak Selasa (13/10/2026).
Menanggapi hal tersebut, Mustadir Dg. Sila, suami owner Fenny Frans, memberikan penjelasan saat ditemui di kediaman, Kamis (15/10/2026). Ia menegaskan, pernyataan yang dipersoalkan tidak ditujukan untuk menghina ataupun menantang pihak mana pun.
“Itu tidak ada maksud dan tujuannya untuk menghina. Tidak ada melawan dan ataupun menantang ” ujar Mustadir.
Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan maksud suatu pernyataan hanya dari bagian rekaman yang beredar. Menurutnya, kejadian sebelum percakapan berlangsung merupakan bagian penting untuk memahami persoalan secara proporsional.
Mustadir pun berharap informasi yang disampaikan kepada masyarakat memuat gambaran peristiwa secara menyeluruh, sehingga tidak menimbulkan pemahaman yang keliru.
“Kalau mau diangkat di berita, jangan sepotong. Berimbang ceritanya. Rekam layar dari awal, karena ada sebabnya sehingga kata-kata itu muncul,” katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa anggapan mengenai adanya unsur penghinaan atau tantangan dalam pernyataan tersebut tidak sesuai dengan maksud yang ingin disampaikannya. Karena itu, ia berharap penilaian terhadap video tersebut tidak dilepaskan dari situasi yang melatarbelakanginya.
“Kalau dari saya, apa yang beredar di publik itu tidak seperti itu. Tidak ada sama sekali menghina, menantang juga tidak ada sama sekali,” tegasnya.
Selain memberikan klarifikasi, Mustadir mengingatkan pentingnya mengedepankan konfirmasi dalam pemberitaan. Ia berharap pihak yang membutuhkan penjelasan dapat menghubunginya secara langsung agar informasi yang beredar memiliki dasar keterangan yang jelas.
“Tolong teman-teman media, kalau ada seperti itu, konfirmasi ke saya dulu. Apakah benar atau tidaknya seperti itu, apakah memang ada tujuannya seperti itu atau tidak,” ujarnya.
Mengenai kemungkinan adanya pihak yang membawa persoalan tersebut ke jalur hukum, Mustadir menyatakan menghormati hak setiap orang untuk mengambil langkah yang dianggap perlu. Ia menegaskan tidak akan melarang apabila ada pihak yang memilih membuat laporan.
“Saya tidak melarang mau melapor. Itu haknya orang. Kalau mau melapor, silakan,” ucapnya.
Mustadir juga menyinggung perjalanan hidupnya yang dimulai dari bawah. Ia mengaku pernah bekerja sebagai sopir angkot dan memahami bahwa setiap orang memiliki proses serta perjuangan masing-masing. Pengalaman itu, menurutnya, menjadi pengingat agar tidak memandang rendah orang lain.
“Kita ini juga dari awal dari bawah. Saya sopir angkot. Jadi tidak bisa kita menghina seseorang,” tuturnya.
Ia berharap perbedaan penafsiran terhadap video tersebut tidak berkembang menjadi persoalan berkepanjangan. Mustadir mengajak semua pihak mengutamakan komunikasi dan menelaah informasi secara cermat sebelum mengambil kesimpulan.
“Semoga kita baik-baik saja semua. Kita harus cerdas melihat dan mencerna persoalan ini,” pungkasnya.
Klarifikasi tersebut menjadi penjelasan dari pihak Mustadir mengenai polemik yang berkembang. Meski demikian, pemahaman yang utuh terhadap persoalan ini tetap memerlukan pencermatan atas rangkaian peristiwa dan keterangan dari pihak-pihak terkait. Dengan demikian, informasi yang diterima masyarakat tidak hanya bertumpu pada potongan rekaman, tetapi juga mempertimbangkan konteks yang melatarbelakanginya.


