
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Makassar – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Sulawesi Selatan menggelar Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) tingkat Kota Makassar di Aula Kantor Kecamatan Manggala, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Lorongku Bersinar, Keluarga Bebas Narkoba” sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga dan lingkungan dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Manggala Ahmad, S.Sos., Kapolsek Manggala Kompol Semuel To’longan SH MH.,M.Si, Danramil Manggala Mayor Inf. Andi Mappanyukkung, perwakilan Pemerintah Kota Makassar, Perwakilan dari Polrestabes Makassar, BNN, Dinas Sosial, tokoh masyarakat, tokoh agama, Ketua RT/RW, kader PKK, Karang Taruna, Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), jajaran Pengurus MAKI,serta berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Sambutan MAKI Sulsel disampaikan oleh Kepala Divisi Sosial MAKI Sulsel, Fadel Muhammad, yang mewakili Ketua MAKI Sulsel Hidayat. Dalam sambutannya, Fadel menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran ketua MAKI yang sedang menjalankan agenda di luar kota.

Fadel menegaskan bahwa MAKI berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal berbagai persoalan sosial, termasuk pencegahan dan pemberantasan narkotika. Menurutnya, kondisi Kota Makassar yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi menjadi tantangan tersendiri dalam upaya menekan peredaran narkoba.
“Peredaran narkoba tidak bisa dilawan hanya oleh aparat penegak hukum. Dibutuhkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, lingkungan, hingga pemerintah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan sejumlah rekomendasi MAKI dalam mendukung program P4GN, di antaranya penguatan ketahanan keluarga, optimalisasi sistem keamanan lingkungan, serta peningkatan kolaborasi lintas sektor dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, Camat Manggala Ahmad, S.Sos. mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang digagas MAKI Sulsel. Ia menilai sosialisasi tersebut sangat penting mengingat Kecamatan Manggala merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap peredaran narkotika karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros.

Menurut Ahmad, peredaran narkoba saat ini telah menyasar berbagai kalangan, termasuk generasi muda. Karena itu, peran orang tua dan lingkungan menjadi faktor penting dalam mengawasi serta melindungi anak-anak dari pengaruh negatif narkoba.
“Kita harus menjaga anak-anak kita bersama-sama. Jangan sampai generasi muda kita menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Peran keluarga, RT/RW, tokoh masyarakat, dan pemerintah harus berjalan seiring,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan hingga ke tingkat kelurahan dan lorong-lorong guna memperluas edukasi kepada masyarakat.
Dukungan terhadap program P4GN juga disampaikan Kapolsek Manggala Kompol Samuel To’longan. Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat karena aparat memiliki keterbatasan dalam pengawasan di lapangan.

Menurutnya, pola peredaran narkoba saat ini semakin berkembang dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan sistem transaksi tersembunyi yang dikenal dengan metode “tempel”. Para pelaku cenderung memanfaatkan lokasi sepi dan waktu-waktu tertentu untuk menjalankan aksinya.
“Kami berharap RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga dapat membantu aparat dalam memberikan informasi dan melakukan pengawasan lingkungan. Dengan kerja sama yang baik, ruang gerak pelaku peredaran narkoba dapat dipersempit,” ujarnya
Sementara itu, Ketua Pembina MAKI Sulsel, M. Yusri Maliang, mengungkapkan bahwa kegiatan di Kecamatan Manggala merupakan bagian dari program sosialisasi P4GN yang dilaksanakan MAKI di 15 kecamatan di Kota Makassar.

Menurut Yusri, Kecamatan Manggala menjadi salah satu wilayah prioritas karena berdasarkan sejumlah data dan hasil pemantauan, kawasan tersebut memerlukan perhatian serius dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
“Antusiasme masyarakat Manggala sangat luar biasa. Ini menunjukkan adanya kesadaran bersama untuk menjadikan Manggala sebagai wilayah yang bebas dari narkoba. Kami berharap kolaborasi dengan pemerintah kecamatan dapat terus berjalan,” katanya.
Melalui kegiatan bertema “Lorongku Bersinar, Keluarga Bebas Narkoba” ini, MAKI Sulsel berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika semakin meningkat dan mampu mendorong terbentuknya lingkungan yang aman, sehat, serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.



