
Parigi Nycnews.id— Kebakaran lahan kembali mengingatkan bahaya laten musim kemarau. Satu hektare lahan perkebunan milik warga di Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, dilalap api akibat dugaan kelalaian pembakaran jerami yang tidak diawasi, Sabtu (31/1/2026) sore.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 15.40 WITA dan melanda lahan milik Baharudin (48), seorang petani asal Desa Dolago Padang. Api diduga berasal dari sisa pembakaran lahan kosong yang dilakukan sehari sebelumnya, Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 16.00 WITA, saat kondisi cuaca kering dan angin cukup kencang.
Awalnya, pembakaran dilakukan untuk membersihkan jerami dan tumbuhan liar. Namun, api yang belum sepenuhnya padam kembali membesar pada Sabtu siang sekitar pukul 14.00 WITA dan merembet ke kebun milik warga lain di sekitarnya. Upaya pemadaman secara mandiri sempat dilakukan, namun terkendala keterbatasan sumber air dan luasnya area yang terbakar.
Situasi mulai terkendali setelah personel Polsek Parigi yang dipimpin Kapospol AIPTU I Ketut Sudianta, bersama Bhabinkamtibmas BRIPKA I Made Rudi Irawan, tiba di lokasi sekitar pukul 16.30 WITA. Bersama pemilik kebun dan masyarakat setempat, petugas berjibaku memadamkan titik-titik api hingga akhirnya api berhasil dipadamkan secara menyeluruh pada pukul 17.40 WITA.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materil sekitar Rp2 juta, berupa jerami dan vegetasi liar yang terbakar di lahan seluas kurang lebih satu hektare.
Kapolsek Parigi IPTU Noldy Williams Sualang, menegaskan bahwa kebakaran ini menjadi peringatan serius bagi seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terlebih pada musim kemarau.
“Kami menegaskan bahwa pembakaran lahan, meskipun dengan alasan pembersihan kebun, sangat berbahaya. Api mudah meluas dan dapat mengancam keselamatan warga serta merugikan orang lain. Kasus ini akan kami dalami untuk memastikan penyebab pastinya,” tegas IPTU Noldy.
Ia juga menekankan bahwa Polsek Parigi akan meningkatkan pengawasan dan pemetaan wilayah rawan kebakaran, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Lebih lanjut IPTU Noldy mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya petani dan pemilik lahan perkebunan, agar tidak melakukan pembakaran lahan atau jerami dalam bentuk apa pun saat musim kemarau, tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area semak kering dan perkebunan, segera melapor kepada aparat desa atau kepolisian apabila melihat potensi kebakaran, meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Pencegahan kebakaran lahan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan kesadaran dan peran aktif seluruh elemen masyarakat, demi menjaga keselamatan, lingkungan, dan ketertiban bersama,”Tutup Kapolsek.




