
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Makassar — Fitrien Alfisari Nizar resmi dipercaya menahkodai Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMANSA Makassar angkatan 1998. Pengukuhan Fitrien sebagai Ketua IKA Alumni SMANSA Makassar 98 dilakukan oleh Ketua Umum IKA SMANSA Makassar, Andi Ina Kartika Sari.
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat namun penuh kehangatan di Lapangan SMANSA Makassar, Sabtu (22/8/2026). Momentum tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan anniversary ke-76 SMANSA Makassar yang dihadiri keluarga besar almamater dan para alumni.
Pengukuhan Fitrien tidak sekadar menandai terbentuknya kepengurusan baru, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali merekatkan tali silaturahmi antarsesama alumni yang telah terjalin sejak bangku sekolah.
Kehadiran para alumni angkatan 1998 dalam perayaan tersebut menghadirkan suasana penuh nostalgia dan kekeluargaan. Berbagai kenangan selama menempuh pendidikan di SMANSA Makassar kembali dipertemukan dalam semangat kebersamaan yang tetap terjaga hingga kini.
Di bawah kepemimpinan Fitrien Alfisari Nizar, IKA Alumni SMANSA Makassar 98 diharapkan tidak hanya menjadi wadah komunikasi dan silaturahmi, tetapi juga mampu menjadi ruang kolaborasi bagi para alumni untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang bermanfaat.
Kepengurusan baru tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara alumni dengan almamater, sekaligus membuka ruang bagi para alumni untuk memberikan kontribusi positif bagi sekolah dan masyarakat.
Peringatan anniversary ke-76 SMANSA Makassar pun menjadi momentum istimewa untuk mengenang perjalanan panjang almamater sekaligus menatap masa depan. Semangat yang sama turut tercermin dalam pengukuhan IKA Alumni SMANSA Makassar 98 sebagai bagian dari upaya menjaga ikatan persaudaraan yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Dengan amanah yang kini berada di pundaknya, Fitrien diharapkan mampu membawa IKA Alumni SMANSA Makassar 98 semakin solid, aktif, dan berdaya guna. Bukan hanya sebagai tempat berkumpulnya para alumni, tetapi juga sebagai wadah yang mampu melahirkan gagasan, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi almamater serta masyarakat.
Pengukuhan tersebut menjadi penanda bahwa perjalanan alumni bersama almamater belum berakhir. Sebaliknya, semangat kebersamaan yang tumbuh sejak masa sekolah terus dirawat dan diwariskan dalam bentuk silaturahmi, kepedulian, serta karya nyata.



