
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
MAKASSAR — Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) merupakan organisasi yang berkomitmen memperjuangkan kepentingan petani sekaligus mendorong kemajuan sektor pertanian nasional. Sebagai mitra strategis pemerintah, HKTI memiliki peran dalam memperkuat kelembagaan petani, membuka akses terhadap teknologi dan pasar, serta mendorong terciptanya kebijakan yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan petani.
Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Sulawesi Selatan yang digelar di Four Points by Sheraton Makassar, Minggu (4/10/2026). Musda tersebut sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Dalam forum tersebut, Irjen Pol (Purn) Dr. Burhanuddin Andi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD HKTI Sulsel periode 2026–2031.
Terpilihnya Burhanuddin diharapkan menjadi momentum baru bagi HKTI Sulsel untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan peran dalam pembangunan pertanian dan pemberdayaan petani di daerah.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Abdul Kadir Karding mengatakan, Musda HKTI Sulsel memiliki arti penting karena kepengurusan baru diisi sejumlah tokoh daerah, termasuk kepala daerah, wakil kepala daerah, anggota DPRD, pengusaha, serta tokoh petani.
Menurutnya, komposisi tersebut menjadi modal kuat untuk menjadikan HKTI sebagai jembatan antara petani dan pemerintah dalam memperjuangkan berbagai kepentingan sektor pertanian.
“HKTI hari ini menjadi bagian dari mitra strategis pemerintah. Karena itu, cita-cita perjuangan dan program HKTI diharapkan lebih mudah diterjemahkan menjadi kebijakan di daerah,” ujar Abdul Kadir.
Ia menegaskan, orientasi utama HKTI bukan sekadar meningkatkan produksi pertanian, tetapi memastikan petani memperoleh nilai tambah dan kehidupan yang lebih sejahtera.
“Jangan bertani hanya untuk bertani. Bertani harus untuk sejahtera. Petani harus naik kelas, memiliki nilai tambah dan penghasilan yang jelas,” tegasnya.
Abdul Kadir menyebut sejumlah agenda strategis yang akan didorong HKTI, mulai dari penguatan organisasi hingga tingkat desa, pembangunan basis data pertanian, percepatan regenerasi petani, penguatan kelembagaan ekonomi petani, hingga perluasan akses pasar dan ekspor.
Menurutnya, Sulawesi Selatan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan pertanian nasional. Potensi tersebut harus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, petani, perguruan tinggi, dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan.
“Tidak ada alasan pertanian di Sulawesi Selatan tidak maju. Kita punya perguruan tinggi, pengusaha, pemerintah, teknologi dan petani yang kuat. Semua harus dikolaborasikan untuk membangun ekosistem pertanian,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD HKTI Sulsel terpilih, Burhanuddin Andi, mengatakan amanah yang diberikan kepadanya bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab dan panggilan pengabdian.
“Saya berkomitmen menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya dan mewakafkan diri untuk membantu serta memperjuangkan kepentingan petani dan nelayan di Sulawesi Selatan,” ujar Burhanuddin.
Ia juga menyebut Musda kali ini sebagai momentum penyatuan HKTI Sulsel. Menurutnya, forum tersebut mempertemukan kembali dua kelompok kepengurusan untuk bersama-sama membangun satu rumah besar HKTI.
“Mulai hari ini tidak ada lagi sekat-sekat yang membedakan kita. Tidak ada lagi kami, tidak ada lagi mereka. Yang ada adalah kita,” tegasnya.
Burhanuddin mengajak seluruh jajaran DPD dan DPC HKTI se-Sulsel menjadikan momentum tersebut sebagai titik awal kebangkitan organisasi. Penyatuan, kata dia, bukan semata untuk membesarkan HKTI, tetapi memperbesar manfaat organisasi bagi petani dan pembangunan pertanian.
Ia juga meminta seluruh pengurus DPC aktif menyerap dan menyampaikan aspirasi petani di daerah. HKTI, menurutnya, harus mampu menjadi jembatan yang mempertemukan kepentingan petani dengan pemerintah, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya.
“HKTI hadir untuk petani. HKTI bersama pemerintah. HKTI berjuang untuk kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Dengan kepengurusan baru dan semangat penyatuan tersebut, HKTI Sulsel diharapkan mampu memperkuat perannya dalam mendorong pertanian modern, memperluas akses pasar dan teknologi, meningkatkan produktivitas, serta membawa petani Sulawesi Selatan menuju kehidupan yang lebih sejahtera.


