
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat kembali diperkuat dengan diresmikannya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manggala 03 oleh Wahdah Islamiyah melalui Yayasan Wadah Merah Putih, Jumat (10/04/2026). Program ini tak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi pergerakan ekonomi masyarakat setempat.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi atas hadirnya layanan tersebut. Ia menilai SPPG sebagai program strategis yang mampu memberikan manfaat ganda.
“Program ini luar biasa. Selain membantu pemenuhan gizi anak-anak, juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui keterlibatan pasar tradisional dalam penyediaan bahan pangan,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan pedagang lokal dalam rantai pasok menunjukkan bahwa program sosial dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi rakyat. Ia pun mendorong masyarakat untuk semakin kreatif memanfaatkan lahan terbatas melalui konsep urban farming guna memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Saat ini, Pemerintah Kota Makassar mencatat lebih dari 100 titik layanan SPPG telah beroperasi, menjangkau berbagai kelompok penerima manfaat seperti pelajar, balita, hingga ibu hamil.
Ketua Harian DPP Wahdah Islamiyah, Ustadz DR. H. Rahmat Abdul Rahman, LC, MA menegaskan bahwa kehadiran SPPG merupakan bagian dari komitmen organisasinya dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang sosial dan kemanusiaan.
“Ini adalah kontribusi nyata kami dalam mendukung peningkatan gizi masyarakat. SPPG bukan hanya program layanan, tetapi bagian dari gerakan bersama untuk membangun kualitas hidup umat,” jelasnya.
SPPG Manggala 03 menjadi unit pertama yang dioperasikan Wahdah Islamiyah di Makassar. Dalam waktu dekat, dua unit tambahan direncanakan hadir di wilayah Mamajang dan Biringkanaya. Secara nasional, organisasi ini bahkan menargetkan pengembangan hingga 27 unit SPPG di berbagai daerah.
Untuk memperluas jangkauan, Wahdah Islamiyah juga menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam pengembangan puluhan unit layanan tersebut.
Keunikan SPPG Manggala 03 terletak pada lokasinya yang berada di dalam kompleks Muslimah Wahdah Islamiyah—sebuah kawasan terpadu yang mencakup fasilitas pendidikan, kantor operasional, hingga layanan sosial lainnya. Integrasi ini dinilai mampu memperkuat efektivitas program secara berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Wahdah Islamiyah, Ustadz. H. Syaibani Mujiono, S.Sy.,M.Si., Ph.D mengungkapkan bahwa pada tahap awal, SPPG ini akan melayani sekitar 1.200 penerima manfaat, khususnya pelajar dari tingkat TK hingga SMP.
“Kami berharap kehadiran SPPG ini tidak hanya menjawab kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga menjadi langkah awal membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Program ini akan terus kami kembangkan agar manfaatnya semakin luas, termasuk menjangkau ibu hamil dan menyusui,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan fasilitas ini berlangsung selama kurang lebih tiga bulan dengan melibatkan 47 relawan sebagai penggerak utama operasional awal dan kedepan akan bertambah sesuai dengan kebutuhan .
Lebih jauh, Syaibani menekankan bahwa pemenuhan gizi juga memiliki dimensi nilai dalam ajaran Islam, yakni sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus ibadah.
Dengan hadirnya SPPG Manggala 03, diharapkan sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan sektor keuangan terus terjalin kuat. Kolaborasi ini diyakini mampu memperluas jangkauan layanan gizi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas di Kota Makassar






