
PALU.Nycnews.id – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, menegaskan bahwa data yang akurat dan kolaborasi lintas sektor menjadi dua kunci utama dalam menekan prevalensi stunting di Sulawesi Tengah.
Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri peluncuran Sistem Informasi BERANI Depak Stunting yang digagas oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulteng di Gedung Pogombo, Kamis (9/4).
Menurut Wagub Reny, penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus berbasis data yang valid serta melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, perguruan tinggi hingga masyarakat.
Ia pun mengapresiasi inovasi yang dihadirkan Dinas P2KB melalui sistem informasi tersebut. Platform digital ini diyakini mampu memperkuat koordinasi lintas sektor, memperluas jangkauan pengawasan, serta mempercepat penanganan stunting berbasis data dan sistem pelaporan yang akurat.
“Ini adalah langkah maju yang sangat strategis. Dengan sistem ini, kita bisa memastikan intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran,” ujar Wagub Reny.
Dalam implementasinya, sistem ini turut melibatkan perguruan tinggi, salah satunya Universitas Tadulako (Untad). Melalui program KKN Tematik Stunting, mahasiswa dilibatkan langsung dalam pengumpulan dan pemutakhiran data di lapangan, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
Model kolaborasi ini dinilai efektif dalam menjembatani kebutuhan data yang akurat dengan intervensi langsung di tingkat desa dan kelurahan. Mahasiswa juga berperan sebagai agen perubahan yang membantu identifikasi faktor risiko, verifikasi data keluarga sasaran, hingga penyampaian edukasi terkait stunting.
Dengan hadirnya inovasi ini, Wagub Reny optimistis target penurunan angka stunting di Sulawesi Tengah hingga 19 persen pada tahun 2026 dapat tercapai.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan program tersebut.
“Terima kasih kepada Dinas P2KB atas inisiatif BERANI Depak Stunting, serta seluruh stakeholder yang telah berkontribusi,” ucapnya saat meresmikan aplikasi tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan ini unsur Forkopimda, Kepala Dinas P2KB Sulteng drg. Herry, M.Kes beserta jajaran, Wakil Rektor Untad Bidang Keuangan dan Umum Prof. Dr. M. Rusydi H, M.Si, serta akademisi Prof. Dr. Rosmala Nur, SKM, M.Si.
(Ro Adpim Setdaprov Sulteng)




