
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
MAKASSAR – Kepedulian terhadap kehidupan tidak hanya diwujudkan melalui hubungan antarmanusia, tetapi juga dengan menghargai keberadaan seluruh makhluk hidup. Nilai cinta kasih dan kebajikan tersebut menjadi pesan utama dalam kegiatan pelepasan satwa atau Fang Shen yang digelar umat Buddha di Makassar.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Lakeside GTC, Tanjung Bunga, Makassar, Minggu (8/11/2026) sore, tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyambut Kathina Puja 2570/2026.
Sebanyak 250 kilogram ikan lele dilepaskan ke alam bebas dalam kegiatan yang dihadiri 11 anggota Bhikkhu Sangha. Pelepasan satwa ini menjadi salah satu bentuk praktik kebajikan sekaligus ungkapan cinta kasih terhadap sesama makhluk hidup.
Ketua Vihara Girinaga yang juga Wakil Ketua Walubi Sulawesi Selatan, Pdt. Roy Ruslim, S.Pd.B., mengatakan, kegiatan Fang Shen memiliki makna mendalam tentang bagaimana manusia menghargai dan memberikan kesempatan hidup kepada makhluk lain.
Menurut Roy, pemilihan ikan lele dalam kegiatan tersebut juga memiliki filosofi tersendiri. Ikan lele yang selama ini dikenal sebagai salah satu jenis ikan konsumsi, melalui kegiatan ini justru diberikan kesempatan untuk kembali hidup bebas di alam.
“Kita bukan mengonsumsi, tetapi melepasnya ke alam bebas. Berarti kita menyambung kehidupan daripada lele itu. Ini adalah satu kebajikan yang besar yang bisa kita lakukan sebagai umat manusia,” ujar Roy.
Ia menjelaskan, Fang Shen bukan sekadar kegiatan melepas satwa, melainkan juga mengandung pesan moral tentang pentingnya menumbuhkan kasih sayang dan kepedulian terhadap seluruh makhluk hidup.
Melalui kegiatan tersebut, Roy berharap nilai-nilai cinta kasih dapat menyebar luas dan menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan yang aman, tenteram, serta damai.
“Supaya kita berbagi kebahagiaan, dunia ini jadi aman dan damai. Getaran cinta kasih, kasih sayang itu bergema ke mana-mana. Semoga Indonesia aman, damai, dunia juga aman dan damai. Kita bantu dengan melakukan pelepasan satwa ini,” tuturnya.
Roy menambahkan, kebahagiaan makhluk hidup yang memperoleh kesempatan untuk kembali ke alam bebas diharapkan dapat menjadi simbol kebaikan yang dipancarkan kepada lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Menurutnya, setiap makhluk hidup memiliki kesempatan untuk merasakan kebahagiaan. Karena itu, memberikan ruang bagi makhluk lain untuk melanjutkan kehidupannya merupakan salah satu wujud nyata cinta kasih.
Kegiatan Fang Shen juga menjadi bagian dari tradisi kebajikan umat Buddha dalam menyambut hari-hari besar keagamaan. Momentum menjelang Kathina Puja dimanfaatkan untuk memperkuat refleksi spiritual sekaligus mengajak umat mengembangkan kepedulian terhadap kehidupan.
Melalui kegiatan ini, Roy berharap pesan cinta kasih tidak berhenti pada seremoni keagamaan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, kehidupan yang damai berawal dari tumbuhnya kepedulian, penghargaan, dan kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup.


