
DONGGALA .NYCnews.id– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, terus memperkuat konsolidasi organisasi dengan menargetkan pembentukan seluruh kepengurusan tingkat ranting rampung pada November 2026.
Hingga Senin (19/10/2026), pembentukan struktur ranting PSI Donggala telah mencapai 86 persen dari total 167 desa yang tersebar di 16 kecamatan. Capaian tersebut menjadi bagian dari strategi partai dalam memperluas basis organisasi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PSI Donggala, Jamil M Syah, menegaskan bahwa penyelesaian struktur hingga tingkat desa menjadi salah satu prioritas partai.
“Target kami, seluruh ranting sudah terbentuk 100 persen pada November 2026,” kata Jamil dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2026).
Menurut Jamil, proses pembentukan kepengurusan terus dilakukan melalui konsolidasi dan penguatan jaringan organisasi, termasuk menjangkau desa-desa terpencil di wilayah Kabupaten Donggala.
Komitmen tersebut turut dibahas dalam rapat pleno DPD PSI Donggala yang digelar di kantor partai. Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi internal dan memastikan kesiapan seluruh jajaran pengurus dalam menjalankan agenda organisasi.
Usai rapat pleno, jajaran pengurus DPD PSI Donggala menandatangani pakta integritas dan surat pernyataan keanggotaan partai. Kegiatan berlangsung di Kantor DPD PSI Donggala, Jalan Lamarauna, Banawa Kota, Senin sore.
Penandatanganan diawali oleh Ketua DPD PSI Donggala, Adha Nadjemuddin, bersama jajaran pimpinan DPD lainnya.
Jamil menjelaskan, pakta integritas tersebut memuat komitmen pengurus untuk aktif membesarkan partai, memperkuat solidaritas organisasi, serta mendukung upaya memenangkan PSI, khususnya di Kabupaten Donggala.
Selain itu, para pengurus berkomitmen menjaga kerahasiaan informasi internal yang bersifat strategis, memperkuat koordinasi, serta mematuhi arahan kepemimpinan partai sesuai jenjang organisasi.
Pakta integritas tersebut juga menegaskan kewajiban setiap pengurus menjaga nama baik dan kehormatan partai dengan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum, termasuk korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), penyalahgunaan narkoba, maupun kejahatan susila.
Menurut Jamil, penandatanganan pakta integritas merupakan langkah untuk memperkuat kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesungguhan pengurus dalam menjalankan tugas organisasi.
Dengan progres pembentukan struktur ranting yang telah mencapai 86 persen, PSI Donggala optimistis dapat menuntaskan target organisasi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi proses verifikasi partai, baik secara internal maupun eksternal.
Penguatan struktur hingga tingkat ranting diharapkan menjadi fondasi bagi konsolidasi yang lebih solid, perluasan jangkauan partai di tengah masyarakat, serta peningkatan kesiapan PSI Donggala dalam menghadapi Pemilu 2029.(*)



