
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Makassar – Kepala UPT SPF SD Inpres Andi Tonro Makassar, Hj. Rosnaeni, S.Pd., M.Pd., mulai melakukan berbagai pembenahan sejak resmi mengemban amanah memimpin sekolah tersebut. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana, penguatan budaya literasi, serta pembentukan karakter peserta didik menjadi fokus utama yang kini dijalankan secara bertahap.
Usai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Hj. Rosnaeni bersama jajaran sekolah langsung melakukan pemetaan terhadap kondisi sekolah guna mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang mendesak. Hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat sejumlah fasilitas yang memerlukan perbaikan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih optimal.
“Yang pertama saya perhatikan adalah sarana dan prasarana. Masih ada ruang yang tidak layak, gudang yang tidak dimanfaatkan, belum ada ruang ekstrakurikuler, bahkan sekolah belum memiliki panggung. Semua itu harus kami tata agar anak-anak lebih nyaman belajar,” kata Hj. Rosnaeni, Kamis (6/8/2026).
Selain pembenahan infrastruktur, peningkatan kemampuan literasi siswa juga menjadi perhatian serius. Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan pihak sekolah, sekitar 10 persen peserta didik masih mengalami kesulitan membaca sehingga membutuhkan pendampingan secara intensif.
Untuk menjawab tantangan tersebut, sekolah membangun kolaborasi dengan orang tua melalui sosialisasi dan komitmen bersama. Orang tua didorong untuk mendampingi anak belajar di rumah, sementara guru memberikan pendampingan tambahan di luar jam pelajaran agar kemampuan membaca siswa terus meningkat.
“Kami membuat program literasi 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Petugas perpustakaan masuk ke kelas membawa bahan bacaan, terutama untuk anak-anak yang masih kesulitan membaca. Kami juga melibatkan orang tua agar pembelajaran berlanjut di rumah,” ujarnya.
Dalam upaya membentuk karakter peserta didik, sekolah juga mengembangkan berbagai program pembiasaan positif. Kegiatan seperti salat berjamaah, doa bersama, makan bergizi, Jumat Duha, hingga Sabtu Senam Gembira rutin dilaksanakan sebagai bagian dari pendidikan karakter yang diharapkan mampu menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan sejak dini.
Hj. Rosnaeni mengakui, kondisi sosial ekonomi sebagian besar orang tua siswa menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pendidikan. Namun demikian, menurutnya, sekolah harus tetap hadir memberikan layanan terbaik agar setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
“Saya yakin anak-anak di sini punya potensi besar. Walaupun berasal dari keluarga sederhana, mereka tetap berhak mendapatkan pendidikan terbaik. Karena itu kami ingin menghadirkan guru yang peduli, fasilitas yang layak, dan sekolah yang nyaman bagi mereka,” tuturnya.
Di sisi lain, keterbatasan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) masih menjadi hambatan dalam mempercepat pembenahan fasilitas. Hj. Rosnaeni menjelaskan bahwa hanya sekitar 20 persen anggaran BOS yang dapat dialokasikan untuk perbaikan sarana dan prasarana, sehingga pihak sekolah harus menyusun skala prioritas dalam setiap program pembangunan. Persoalan banjir yang kerap menggenangi halaman sekolah juga menjadi perhatian untuk segera dicarikan solusi.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Hj. Rosnaeni tetap optimistis SD Inpres Andi Tonro Makassar mampu berkembang menjadi sekolah yang semakin maju dan berdaya saing. Ia menilai para siswa memiliki potensi besar, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Berbagai capaian pada kegiatan drumband, Pramuka, hingga tahfiz Al-Qur’an menjadi modal penting yang akan terus dikembangkan.
“Saya berharap dua tahun ke depan sekolah ini semakin diminati masyarakat, fasilitasnya semakin baik, guru nyaman mengajar, dan potensi anak-anak, baik akademik maupun ekstrakurikuler, terus berkembang hingga melahirkan lebih banyak prestasi,” pungkasnya


