
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Makassar — Situasi arus mudik di wilayah Sulawesi Selatan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Pallawa 2026 terpantau aman dan lancar. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulsel melaporkan adanya penurunan signifikan pada angka fatalitas kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya.
Kegiatan operasi yang berlangsung sejak 13 hingga 25 Maret 2026 tersebut dilaksanakan dengan pengawasan ketat di berbagai jalur strategis. Pelaksanaan ini merupakan implementasi arahan Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro bersama Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol. Dr. Pria Budi SIK, MH untuk menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat selama perjalanan mudik Lebaran.
Hasil evaluasi sementara pada periode 13–20 Maret 2026 menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Berdasarkan laporan dari Polres jajaran di Sulawesi Selatan, jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat sebanyak 184 kejadian, atau turun 1,08 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 186 kasus.
Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol. Pria Budi menjelaskan bahwa penurunan tersebut merupakan dampak dari berbagai langkah pencegahan yang dilakukan secara intensif, mulai dari edukasi keselamatan berlalu lintas hingga peningkatan pengawasan di titik-titik yang rawan kecelakaan.
“Ini bukti nyata bahwa pengawasan ketat dan kesadaran masyarakat mulai membuahkan hasil,” ujar Pria Budi, Minggu (22/3).
Data Ditlantas juga menunjukkan adanya penurunan pada jumlah korban luka ringan. Tahun ini tercatat 248 orang mengalami luka ringan, lebih rendah 3,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 258 orang.
Perubahan paling mencolok terlihat pada jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Angkanya turun hingga 50 persen, dari 22 korban pada 2025 menjadi 11 korban pada 2026.
“Ini merupakan hasil dari strategi preemtif yang masif,” tegasnya.
Meski tren penurunan terlihat pada beberapa indikator, Ditlantas Polda Sulsel tetap mencatat peningkatan pada jumlah korban luka berat. Tahun ini terdapat 12 korban luka berat, meningkat dari 4 orang pada tahun sebelumnya atau naik hingga 200 persen.
Menurut Pria Budi, peningkatan tersebut menjadi perhatian penting karena risiko kecelakaan masih cukup tinggi. Faktor kelalaian pengendara serta kondisi cuaca yang masih berada pada musim hujan turut berpengaruh terhadap potensi kecelakaan di jalan raya.
“Kenaikan luka berat ini menjadi pengingat bahwa risiko kecelakaan masih ada. Sedikit kelalaian bisa berujung fatal,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Ditlantas Polda Sulsel telah menginstruksikan seluruh Kasatlantas di wilayah hukumnya untuk memperkuat kegiatan preemtif dan preventif. Upaya ini dilakukan melalui sosialisasi yang lebih intensif kepada masyarakat, penempatan personel di titik rawan kecelakaan, serta peningkatan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
“Kita tak boleh lengah, targetnya nol kecelakaan dan nol korban jiwa,” imbuhnya.
Menjelang periode arus balik Lebaran 2026, kepolisian memastikan pengamanan akan semakin diperkuat, baik dalam pengaturan lalu lintas maupun pengawasan langsung di lapangan.
Di sisi lain, kepolisian juga mengingatkan bahwa keselamatan berkendara tetap sangat bergantung pada kedisiplinan para pengendara. Masyarakat diimbau untuk mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik selama perjalanan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak sebelum menempuh perjalanan jauh.






