Aksi Dramatis Sopir TransJ Cegah Upaya Bunuh Diri Berbuah Manis

Foto : Detik-detik sopir PPD selamatkan wanita mau bunuh diri di Jakbar

Jakarta, NYCNews.id – Upaya percobaan bunuh diri seorang perempuan dari atas flyover Jembatan 3, Jakarta Barat, digagalkan oleh seorang sopir TransJakarta. Khaerun (52), sopir itu, mendapat tepukan tangan para penumpang setelah menyelamatkan perempuan tersebut.

Aksi heroik Khaerun itu berbuah manis. Khaerun mendapatkan kejutan penghargaan dari tempatnya bekerja hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Selasa (25/1) siang itu, Khaerun sedang bertugas mengantar penumpang dari arah Pluit menuju ke Pinang Ranti. Sesampai di Jembatan 3, ia melihat sejumlah warga melihat-lihat ke atas jalan layang.

Bacaan Lainnya

“Waktu itu saya di bawah lewat, pas Jembatan 3, saya melihat ada orang gerak-gerak di bawah banyak banget kayak orang nonton apa. Ternyata dia merhatiin yang di atas itu,” ujar Khaerun saat dihubungi detikcom, Jumat (28/1).

Khaerun lalu melihat ada perempuan berdiri di tepian pagar flyover. Perempuan itu hendak loncat.

“Sedangkan di atas itu posisinya sudah mengkhawatirkan. Artinya, itu sudah di luar pagar pengamanlah, kakinya tuh udah di luar,” katanya.

Perempuan itu menangis histeris. Spontan Khaerun menghentikan laju busnya dan mencoba membujuk wanita itu.

“Nangis gitu, pokoknya nangis teriak-teriak. Saya dekatin waktu saya nyetir itu kan sudah posisinya sudah dekat dia. Saya buka jendela, saya bujuk, saya rayu supaya ‘jangan… ke pinggir, jangan di situ’ gitu lho. Eh, dia malah makin histeris, malah jerit-jerit gitu lho,” jelasnya.

Wanita yang diperkirakan berusia 20-an tahun itu tidak mau mendengarkan imbauan Khaerun. Tangisan wanita yang memakai daster itu malah makin menjadi-jadi.

Tanpa berpikir panjang lagi, Khaerun lalu turun dari bus. Ia mencoba menyelamatkan wanita itu.

“Setelah itu, saya coba turun ya kan untuk nenangkan dia. Ternyata makin saya dekati, dia makin histeris, saya menjauh lagi gitu,” katanya.

Di tengah rasa kekhawatirannya, Khaerun terus berupaya mengajak komunikasi wanita itu. Khaerun terus berusaha membujuk wanita itu agar tidak loncat dari atas flyover.

“Setelah menjauh, saya cari tempat aman, saya tetap paksa dia untuk saya tariklah ibaratnya gitu. Masih berusaha,” katanya.

Khaerun lalu mencoba mengalihkan perhatian wanita itu. Di saat itulah Khaerun menarik wanita itu menjauh dari tepian pagar flyover Jembatan 3.

“Akhirnya saya beranjak ke kiri, mepet ke pagar, terus pas timing-nya tepat, dia saya alihkan perhatian lewat tangan saya sambil ngomong. (Saya berkata), ‘Dik, itu liatin penumpang saya merhatiin kamu semua lho, memang kamu nggak malu?’ Nahm itu langsung nengok kan dia, pas dia tengok itu, baru saya rangkul gitu lho,” bebernya.

Setelah berhasil menyelamatkan wanita itu, Khaerun membawanya ke dalam bus. Seketika para penumpang bus memberinya tepukan tangan.

“(Para penumpang) hanya melihat ya, waktu itu ada sih apresiasi ke saya tepuk tangan dikit,” ucapnya.

Saat berada di dalam bus, wanita itu masih terus menangis. Penumpang lain mencoba menenangkan wanita itu.

Selanjutnya Khaerun meminta pengendara motor di lokasi kejadian untuk mengikutinya ke Pospol Jembatan 3. Khaerun meminta pengendara motor itu untuk mengantarkan korban ke Pospol Jembatan 3.

“Kebetulan ada orang lain yang mau membantu di belakang saya bawa motor itu, karena kan ini jalannya jauh kalau dibawa ke bawah itu jauh banget, muter. Jadi memang harus pakai motor. Tapi karena saya demi keamanan anak itu dan biar datanya tercatat, akhirnya (ke pemotor) ‘nanti ketemu di itu Pak, di Jembatan Besi di pos polisi nanti serahkan ke pos polisi dulu. Baru nanti dianterkan Pak ya’, gitu,” jelasnya.

Khaerun mengatakan tidak sampai mengantarkan korban ke pospol karena sedang bertugas membawa penumpang. Di satu sisi, Khaerun khawatir mendapat teguran dari perusahaan jika harus berhenti mampir ke pospol.

“Jadi akhirnya sampai Jembatan Besi, saya turunkan disambut dengan yang orang tadi yang naik motor tadi. Diserahkan di pos polisi. Karena kalau saya yang bawa juga nanti malah bikin macet atau malah saya kena sanksi lagi. Ibaratnya gitu lho, saya takutnya tadinya begitu karena lagi tugas,” tambahnya.

Setelah itu, Khaerun kembali melanjutkan perjalanan mengantar penumpang ke tujuan. Khaerun tidak melaporkan kejadian itu ke perusahaan karena takut kena teguran.

“Saya juga itu nggak laporan ke petugas saya atau atasan saya waktu itu. Saya diem-diem aja gitu lho. Maksudnya kayak gitu saya anggap biasalah kayak gitu, eh hari berikutnya viral. Akhirnya saya ditegur, tapi teguran pertama saya anggap apa ya sanksi, ternyata mengucapkan apresiasi dari perusahaan,” katanya.

Bahkan, setelah video aksi penyelamatan itu viral, Khaerun masih belum cerita ke perusahaannya. Namun pihak perusahaan akhirnya mencari tahu dan memeriksa CCTV di armada bus.

“Jadi waktu viral itu pun juga belum ketahuan kalau saya, mereka masih meraba-raba. Akhirnya jelasnya kan setelah dibuka CCTV yang di dalam bus, baru jelas itu saya. Tadinya waktu itu (perusahaan) belum tahu, hanya ngira-ngira gitu lho. Tapi setelah dibuka CCTV yang dari bus itu kan jelas gitu,” katanya.

Tiga hari berselang setelah kejadian itu, Khaerun mendapatkan kejutan. Khaerun mendapatkan penghargaan sampai hadiah dari perusahaan hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) memberikan apresiasi terhadap pramudi PPD TransJakarta, Khaerun, yang menyelamatkan wanita hendak bunuh diri di flyover Jembatan 3, Jakarta Barat. Khaerun mendapatkan piagam penghargaan dan emas seberat 5 gram.

“Perusahaan mengambil keputusan apresiasi dalam bentuk piagam penghargaan kepada Pak Khaerun. Kita juga berikan penghargaan 5 gram emas murni dengan maksud dan tujuan agar ada insan BUMN dan PPD bisa berbuat lebih baik lagi daripada pak Khaerun,” kata Direktur Utama PPD Pande Putu Yasa, dilansir Antara, Jumat (28/1).

Pande menilai aksi Khaerun sejalan dengan nilai dan budaya perusahaan. Salah satunya terkait akhlak.

“Di dalam budaya perusahaan ada yang namanya akhlak. Pak Khaerun dapat menjalankan budaya itu dengan baik,” kata Pande.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan apresiasi terhadap Khaerun, pramudi PPD TransJakarta yang menyelamatkan wanita yang hendak bunuh diri di flyover Jembatan 3, Jakarta Barat. Anies mengundang Khaerun datang ke Balai Kota DKI.

“Terima kasih, Pak Khaerun! Teman-teman mungkin telah melihat aksi heroik Pak Khaerun yang beredar di linimasa beberapa hari terakhir. Hari ini kami mengundang Pak Khaerun ke Balai Kota untuk mengapresiasi beliau langsung,” tulis Anies dalam akun Twitter pribadinya, Jumat (28/1).

Dihubungi terpisah, Khaerun mengungkap momen saat bertemu Anies ini. Khaerun sempat dibawa ke dalam kamar Anies dan diberikan hadiah sejumlah uang oleh Gubernur DKI Jakarta itu.

“Sudah ketemu dengan Pak Anies, ya mengucapkan apresiasi, terus terima kasih. Lama, bahkan saya sempet dibawa ke kamarnya sendiri gitu, artinya terima kasihnya tanpa sepengetahuan yang anter saya gitu,” katanya.

“(Diberi uang) ada pokoknyalah. Alhamdulillah lumayanlah. Ya itu bukan kemauan saya gimana ya, itu rezeki yang tak terduga,” ucapnya.

PT Transportasi Jakarta, kata Khaerun, juga telah memberikan penghargaan kepadanya. Penghargaan itu diberikan di Balai Kota DKI Jakarta, bersamaan dengan Khaerun bertemu dengan Anies.

“Sudah juga (diberi penghargaan oleh TransJakarta). Ya sama juga, uang gitu lho. Tadi (kemarin) juga, bareng-bareng di kantor Pak Gubernur. Tadi di Gubernur ketemu bareng semua dari Dirut TransJakarta, Dirut PPD sama Pak Anies Baswedan,” tutup Khaerun.

About Author

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *