
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Makassar — Menyambut Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 yang akan jatuh pada 31 Mei 2026, Vihara Girinaga menggelar kegiatan bakti sosial bagi anak-anak penderita kanker binaan Yayasan Rumah Harapan di Makassar, Minggu (3/5/2026).
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga menghadirkan hiburan seperti pertunjukan barongsai, sesi bernyanyi bersama, dan pembagian hadiah. Suasana hangat dan penuh keceriaan pun tercipta, membuat anak-anak yang tengah menjalani pengobatan dapat sejenak melupakan kondisi mereka.
Sebanyak 18 anak penderita kanker bersama 23 pendamping menerima manfaat dalam kegiatan tersebut. Bantuan yang disalurkan meliputi mainan, boneka, tumbler, kursi roda, hingga kebutuhan pokok seperti beras.

Ketua Vihara Girinaga, Roy Ruslim, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilandasi nilai cinta kasih universal dalam ajaran Buddha yang menjadi inti perayaan Waisak.
“Waisak adalah momen penuh cinta kasih. Apa yang kami lakukan hari ini adalah bentuk praktik nyata dari ajaran tersebut, bagaimana kita berbagi kebahagiaan kepada semua makhluk tanpa membeda-bedakan,” ujarnya.
Ia mengaku kebahagiaan anak-anak menjadi hal paling berharga dalam kegiatan tersebut.
“Anak-anak terlihat sangat senang. Mereka bisa tertawa, bernyanyi, dan melupakan sejenak kondisi yang mereka alami. Itu yang membuat kami juga ikut bahagia,” katanya.

Roy juga menegaskan bahwa bantuan yang diberikan bukan semata soal nilai materi.
“Jangan dilihat dari nilainya, tetapi ini adalah bentuk cinta kasih kami kepada mereka,” tambahnya.
Kegiatan ini turut melibatkan KCBI Sulawesi Selatan, Walubi Sulsel, serta mendapat dukungan dari berbagai pihak. Ketua DPD KCBI Sulsel, Erdy Wijaya, menyebut kegiatan tersebut sebagai implementasi ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami hanya mengamalkan ajaran Buddha. Hari ini kita belajar bagaimana memanusiakan manusia, memberi semangat kepada mereka agar tetap kuat dan berharap bisa sembuh serta hidup bahagia,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya dilakukan saat momentum Waisak, tetapi dapat menjadi gerakan sosial berkelanjutan.

“Kami ingin kegiatan seperti ini terus berkembang, tidak hanya sekali setahun, tetapi bisa dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan lebih banyak pihak. Semangat berbagi ini harus terus hidup,” tegasnya.
Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan kegiatan tersebut.
“Kolaborasi ini sangat penting. Ketika semua pihak bersatu, maka manfaat yang dirasakan masyarakat juga akan semakin besar,” tambahnya.
Apresiasi juga datang dari Ketua DPD Walubi Sulsel, Henry Sumitomo, yang menilai kegiatan ini sebagai contoh gerakan kemanusiaan yang patut ditiru.
“Ini kegiatan luar biasa, baik dari sisi tenaga maupun materi. Saya harap bisa terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk melakukan hal serupa,” katanya.
Henry juga menilai kegiatan ini memiliki keunikan tersendiri di tingkat nasional.
“Setahu saya, kegiatan seperti ini masih sangat jarang, bahkan bisa dikatakan satu-satunya di Indonesia yang secara khusus menyasar anak-anak penderita kanker dalam rangka Waisak. Karena itu, kami berharap ini terus berlanjut dan menjadi agenda rutin yang lebih besar ke depannya,” tegasnya.
Sementara itu, Pembimas Buddha Sulawesi Selatan, Sumarjo, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai bakti sosial ini mencerminkan nilai luhur ajaran Buddha yang menekankan welas asih dan kepedulian terhadap sesama.
“Kegiatan ini sangat positif dan sejalan dengan semangat Waisak, yakni menebarkan cinta kasih dan kepedulian. Kehadiran umat Buddha di tengah masyarakat harus memberi manfaat nyata, seperti yang dilakukan hari ini,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digalakkan dengan melibatkan lebih banyak pihak.
“Ini bukan hanya soal bantuan materi, tetapi bagaimana membangun empati dan kepedulian sosial. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, perayaan Waisak tidak hanya dimaknai sebagai seremoni keagamaan, tetapi juga sebagai momentum menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan yang nyata di tengah masyarakat.



