
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
Makassar, 28 April 2026 – Universitas Mega Rezky (Unimerz) resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2025/2026 dengan target menerima 4.000 mahasiswa baru. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai sekitar 3.000 mahasiswa.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Islam Mega Rezky, Adv. Moch. Noer Alim Qalby Alimuddin, S.H., LL.M, di Makassar, Selasa (28/4/2026).
Menurut Noer Alim, peningkatan target penerimaan mahasiswa baru dilakukan karena tingginya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di Unimerz. Selain itu, kampus juga terus melakukan pengembangan fasilitas serta penambahan program studi baru.
“Target ini meningkat karena animo masyarakat terus bertambah dan kami juga terus melakukan pengembangan kampus,” ujarnya.
Pendaftaran mahasiswa baru telah dibuka sejak 15 Desember 2025 dan dilakukan melalui dua gelombang seleksi.
Pada gelombang pertama, seleksi dilakukan melalui jalur nilai rapor dengan kuota sebanyak 3.000 kursi. Penilaian diambil dari nilai rapor siswa mulai semester satu hingga semester lima saat masih di bangku SMA.
“Nilai rapor dari semester satu sampai semester lima menjadi dasar penilaian untuk jalur tanpa tes,” kata Noer Alim.
Sementara itu, gelombang kedua akan dibuka setelah tahap pertama berakhir pada 30 April 2026. Jalur ini dilakukan melalui tes yang menyesuaikan dengan program studi yang dipilih calon mahasiswa.
Saat ini, Unimerz memiliki delapan fakultas, yakni Fakultas Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Digital, Fakultas Hukum, serta Fakultas Teknologi Kesehatan.
Tak hanya itu, Unimerz juga tengah mempersiapkan pembukaan dua fakultas baru, yakni Fakultas Kedokteran dan Fakultas Agama Islam.
“Kami rencanakan penambahan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Agama Islam,” katanya.
Program studi di bidang kesehatan masih menjadi favorit calon mahasiswa. Namun, program non-kesehatan seperti ilmu komputer, hukum, dan ekonomi juga mengalami peningkatan minat.
Untuk mendukung target penerimaan mahasiswa baru, pihak kampus menambah ruang kelas dan meningkatkan kapasitas sarana pembelajaran.
Selain itu, Unimerz juga menawarkan berbagai kemudahan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa, khususnya dari keluarga kurang mampu. Fasilitas tersebut berupa pembebasan biaya pendaftaran, bebas uang pembangunan (DPP), hingga skema cicilan biaya kuliah.
“Untuk mahasiswa kurang mampu, kami bebaskan biaya pendaftaran dan pembangunan. SPP juga bisa diangsur,” ungkapnya.
Di sisi lain, Unimerz mengklaim memiliki tingkat serapan lulusan yang tinggi. Berdasarkan data lima tahun terakhir, sekitar 90 persen lulusan telah bekerja dalam waktu enam bulan setelah lulus.
Bahkan, sekitar 50 persen mahasiswa di beberapa program studi, khususnya bidang kesehatan, telah mendapatkan pekerjaan sebelum wisuda.
“Banyak mahasiswa sudah direkrut sejak semester akhir. Bahkan untuk bidang tertentu, gaji awal bisa mencapai Rp10 juta per bulan,” jelas Noer Alim.
Ia menambahkan, Unimerz merupakan kampus inklusif yang terbuka bagi mahasiswa dari berbagai daerah dan latar belakang. Saat ini, kampus tersebut juga telah memiliki mahasiswa internasional dari Sudan, Timor Leste, dan Malaysia.
Ke depan, Unimerz menargetkan pengembangan kampus melalui pembangunan infrastruktur baru, pembukaan program doktoral (S3), hingga menjadi universitas unggul pada tahun 2034.
“Target jangka panjang kami sebenarnya 2034, tetapi melihat perkembangan saat ini, bukan tidak mungkin bisa tercapai lebih cepat,” pungkasnya.







