
SIGI.Nycnews.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan komitmennya dalam menyatukan masyarakat melalui nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal saat menghadiri penutupan Paskah Nasional di Lapangan Asrama Satuan Brimob, Kabupaten Sigi, Minggu (26/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan ini turut dihadiri Menteri Agama Republik Indonesia, Nassarudin Umar, serta berbagai elemen masyarakat dari lintas daerah dan latar belakang.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme masyarakat yang hadir dalam suasana tertib dan penuh kekhusyukan.
“Sudah satu tahun lebih saya menjadi gubernur. Biasanya saya melihat banyak orang berkumpul di konser, tetapi malam ini masyarakat duduk dengan rapi dalam sebuah acara spiritual,” ujar Anwar Hafid.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi bukti nyata bahwa cita-cita membangun Sulawesi Tengah yang lebih berkah dan berlandaskan nilai spiritual mulai terwujud dalam kehidupan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai spiritual merupakan pilar penting dalam mendorong kemajuan Sulawesi Tengah di masa depan.
Anwar Hafid juga terus mendorong pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga penguatan karakter serta spiritual masyarakat.
Ia meyakini bahwa harmoni sosial yang dilandasi nilai keimanan dan budaya lokal menjadi kunci utama dalam mewujudkan Sulawesi Tengah yang maju dan sejahtera.
“Ini menunjukkan bahwa Sulteng Berkah yang menjadi cita-cita kita bersama, berlandaskan nilai spiritual dan kearifan lokal, benar-benar terwujud dalam kehidupan kita,” lanjutnya.
Ia menambahkan, kegiatan keagamaan seperti Paskah Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan mempererat persatuan di tengah keberagaman.
Penutupan Paskah Nasional ini menjadi simbol kuat bahwa Sulawesi Tengah mampu menjadi contoh daerah yang menjunjung tinggi toleransi, persatuan, serta kehidupan beragama yang damai di Indonesia.
“Malam ini, melalui Paskah, Tuhan memberikan berkat-Nya di tempat ini dengan mempertemukan kita semua dalam keadaan bahagia,” tuturnya.
“Inilah bentuk persaudaraan dan persatuan masyarakat Sulawesi Tengah,” pungkasnya.




