
Jurnal NYCNews | Renny Van Gobel
MAKASSAR – Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Turatea (PP KKT) Jeneponto periode 2026-2031 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Ballroom Universitas Megarezky Makassar, Sabtu (26/9/2026). Momentum tersebut menjadi awal kepengurusan baru dalam memperkuat peran KKT bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Jeneponto.
Wakil Bupati Jeneponto Muhammad Islam Iskandar yang hadir dalam kegiatan tersebut mendorong KKT Jeneponto tidak hanya berorientasi pada konsolidasi organisasi, tetapi mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi daerah. Menurutnya, keberadaan warga Jeneponto yang tersebar di berbagai wilayah merupakan potensi besar yang dapat dihimpun menjadi kekuatan pembangunan.

Islam menegaskan, pelantikan bukanlah garis akhir sebuah proses organisasi. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi awal dari amanah yang harus dibuktikan melalui kerja konkret dan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pelantikan ini bukan akhir dari proses, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Setelah ikrar diucapkan, kepercayaan diberikan, yang ditunggu bukan lagi sekadar kata-kata, tetapi kerja nyata,” kata Islam.
Ia juga menekankan bahwa identitas Turatea harus menjadi perekat persaudaraan masyarakat Jeneponto di mana pun berada. Dengan latar belakang warga yang beragam, mulai dari birokrat, akademisi hingga pengusaha, KKT dinilai memiliki modal sosial dan sumber daya yang dapat dikolaborasikan untuk kepentingan daerah.
“Kekuatan sebuah keluarga bukan karena semuanya berpikir sama, tetapi bagaimana perbedaan itu bisa menyatukan kita semua,” ujarnya.
Islam berharap perbedaan kapasitas, profesi dan pengalaman tersebut justru menjadi energi untuk memperkuat jejaring warga Jeneponto serta membuka ruang kontribusi yang lebih luas.
Salah satu gagasan yang dititipkan kepada kepengurusan baru adalah program beasiswa bagi anak-anak Jeneponto yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah. Program tersebut diharapkan dapat menjangkau mahasiswa pada jenjang S1, S2 hingga S3, sekaligus menjadi bentuk kepedulian warga Jeneponto di perantauan terhadap generasi penerus daerah.
“Saya meminta kepada pengurus pusat KKT Jeneponto yang ada di mana pun berada, mau di Papua, Kalimantan, Makassar dan daerah lainnya, mari bantu Jeneponto. Salah satunya melalui program scholarship untuk anak-anak kita,” katanya.
Menurut Islam, program pendidikan tersebut dapat menjadi ruang bagi warga Jeneponto di berbagai daerah untuk mengonversi kemampuan dan sumber daya yang dimiliki menjadi dukungan nyata bagi generasi muda.
Selain beasiswa, Islam juga mendorong lahirnya konsep Turatea Connect sebagai ruang yang mempertemukan pengusaha, profesional, generasi muda, pelaku UMKM, sektor pariwisata dan pemerintah daerah. Gagasan ini diharapkan mampu membuka jaringan kolaborasi serta menghadirkan peluang baru yang dapat dikembangkan di Kabupaten Jeneponto.
“Pengurus pusat KKT berada di seluruh Indonesia. Peluang-peluang usaha yang bisa dikolaborasikan dengan pemerintah daerah atau pelaku usaha di Kabupaten Jeneponto, mari dikolaborasikan,” tuturnya.
Ia berharap KKT dapat menjadi jembatan intelektual, ekonomi dan profesional antara warga Jeneponto di perantauan dengan daerah asal.
Sementara itu, Ketua PP KKT Jeneponto periode 2026-2031, Dr H Alimuddin SH MH MKn, mengatakan pelantikan dan Rakernas menjadi momentum untuk mengakhiri masa transisi sekaligus memulai agenda organisasi selama lima tahun ke depan.

Konsolidasi internal menjadi salah satu agenda awal, termasuk penyegaran kepengurusan wilayah dan pengurus daerah yang masa tugasnya telah berakhir.
“KKT ini adalah wadah bersama, tempat kita bersilaturahmi dan menyampaikan isi hati serta pikiran. KKT juga harus menjadi tempat kita bersama-sama menyelesaikan masalah yang terjadi di antara warga maupun di lingkungan tempat kita berada,” kata Alimuddin.
Ia berharap program hasil Rakernas nantinya dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat Jeneponto, termasuk mereka yang berada di luar daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Sekjen PP KKT Jeneponto periode 2026-2031, Dr Abdul Haris Hamid SH MH, menilai luasnya persebaran warga Jeneponto merupakan kekuatan strategis yang dapat dikonsolidasikan. Berbagai profesi dan keahlian yang dimiliki warga di perantauan dinilai dapat menjadi sumber daya penting dalam mendukung pembangunan daerah.

“Karena itu kekuatan KKT ini sangat besar jika ingin dimanfaatkan pemerintah daerah. Di sini ada pakar, ada pengusaha, terhimpun semua. Inilah yang kita mau kolaborasikan dengan Jeneponto,” kata Abdul Haris.
Salah satu program yang didorong adalah Profesor Mengabdi dengan melibatkan akademisi dan cendekiawan asal Jeneponto di perantauan untuk memberikan kontribusi langsung bagi daerah.
Menurut Abdul Haris, realisasi berbagai program tersebut membutuhkan sinergi dan kesamaan visi antara organisasi dengan pemerintah daerah.
“Kalau tidak ada kolaborasi, sulit untuk mewujudkannya. Syarat kolaborasi itu kita harus satu pandangan,” ujarnya.
Ia menegaskan tema KKT Berdampak menjadi arah utama kepengurusan periode 2026-2031.
“KKT berdampak artinya KKT di mana pun dia berada harus memberikan manfaat dan dampak positif terhadap lingkungannya serta orang-orang di sekitarnya,” katanya.
Abdul Haris menambahkan, kekuatan KKT tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah struktur maupun pengurus, tetapi oleh kemampuan menyatukan seluruh potensi warga Jeneponto untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat.
“Yang berhimpun di sini seluruh elemen. Ada orang cerdas, ada yang masih membutuhkan perhatian. Di situlah indahnya kebersamaan, mempersatukan semua,” pungkasnya.


